BMKG Ungkap 529 Zona Terancam Keterlambatan Musim Hujan

Fenomena El Nino sangat kuat memperlambat hujan dan memperpanjang risiko kekeringan berbagai daerah.

BMKG menyampaikan prediksi musim hujan Indonesia
Konferensi pers prakiraan musim hujan 2026/2027, 22 September 2026. Foto: BMKG; penyesuaian komposisi dengan AI. Foto konteks informasi iklim.

Konferensi pers prakiraan musim hujan 2026/2027, 22 September 2026. Foto: BMKG; penyesuaian komposisi dengan AI. Foto konteks informasi iklim.

JAKARTA, folitimes.id – BMKG memprediksi awal musim hujan mundur di 529 zona musim atau sekitar 61,08 persen wilayah daratan Indonesia. Fenomena El Niño sangat kuat turut memengaruhi kondisi atmosfer.

El Niño Mengubah Pola Musim

Selain itu, BMKG menyampaikan proyeksi pada 22 September dan memperbarui analisis atmosfer pada awal Oktober.

Sebagian Wilayah Baru Hujan November

Sementara itu, BMKG memperkirakan 185 zona musim memasuki musim hujan pada November dan 266 zona pada Desember. Waktu awal musim berbeda menurut wilayah.

Lebih lanjut, pemerintah daerah perlu menggunakan prakiraan yang sesuai dengan lokasi masing-masing.

Kekeringan Belum Berakhir

Selain itu, pemantauan awal Oktober menunjukkan El Niño masih kuat. Kondisi tersebut menambah kebutuhan pengawasan karhutla dan cadangan air.

Sementara itu, kekeringan tidak berarti seluruh wilayah Indonesia mengalami kondisi yang sama.

Kalimantan Tengah Perlu Waspada

Lebih lanjut, sejumlah wilayah Kalimantan Tengah masuk peringatan dini kekeringan meteorologis. Risiko kebakaran lahan memerlukan patroli dan pencegahan.

Selain itu, kekeringan bukan satu-satunya penyebab kebakaran karena aktivitas manusia juga memengaruhi risiko.

Pertanian dan Air Bersih Terdampak

Keterlambatan hujan dapat mengganggu kalender tanam dan ketersediaan air. Namun, dampak aktual terhadap hasil panen memerlukan data tersendiri.

Pemerintah perlu memantau irigasi dan kebutuhan air rumah tangga.

Sifat Hujan Tidak Seragam

BMKG memperkirakan 510 zona musim mengalami sifat hujan normal, 147 di atas normal, dan 42 di bawah normal. Awal musim dan sifat hujan adalah dua indikator berbeda.

Prakiraan iklim harus dibaca sesuai definisinya.

Sumber rujukan: Keterangan resmi pemerintah.

✆
Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *