Ilustrasi pertandingan klub sepak bola oleh AI/Folitimes.id. Gambar ini bukan dokumentasi pertandingan Borneo FC.
BURIRAM, folitimes.id – Borneo FC Samarinda menghadapi ujian internasional ketika bertandang ke markas Buriram United dalam pertandingan pembuka Grup A ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027, Rabu, 7 Oktober 2026.
Pesut Etam membawa 23 pemain ke Thailand. Pertandingan melawan juara bertahan Buriram menjadi ujian awal bagi skuad Mauro Jeronimo di tengah jadwal domestik dan internasional yang padat.
Perjalanan Dimulai Sejak 5 Oktober
Borneo FC tidak menempuh perjalanan langsung dari Samarinda menuju Buriram.
Rombongan berangkat pada 5 Oktober dan harus bermalam lebih dahulu di Bangkok.
Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Buriram pada 6 Oktober.
Rangkaian perjalanan menjadi faktor yang harus dikelola tim menjelang pertandingan.
Pemain membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah perjalanan sebelum memasuki latihan resmi dan persiapan pertandingan.
Sebanyak 23 Pemain Dibawa ke Thailand
Borneo tidak datang dengan skuad minimal.
Klub membawa 23 pemain untuk menghadapi pertandingan pembuka kompetisi ASEAN.
Jumlah tersebut memberi tim pelatih pilihan dalam menyusun susunan pemain maupun melakukan pergantian selama laga.
Namun, tantangan Borneo bukan hanya kedalaman skuad.
Buriram memiliki pengalaman panjang bermain di kompetisi Asia dan datang sebagai juara bertahan Shopee Cup.
Bermain di kandang lawan juga membuat tekanan pertandingan berbeda dibanding laga domestik.
Jadwal Padat Menguji Kondisi Pemain
Asisten Manajer Borneo FC Farid mengakui perjalanan menuju lokasi pertandingan cukup panjang.
“Ya perjalanan kita cukup panjang, ada satu malam kita harus bertahan terlebih dahulu di Bangkok sebelum melanjutkan perjalanan ke Buriram,” kata Asisten Manajer Borneo FC Samarinda Farid menjelang pertandingan di Thailand.
Farid menambahkan para pemain merupakan profesional yang memahami cara menjaga kondisi tubuh di tengah jadwal padat dan harus memberikan kemampuan terbaik dalam pertandingan, ungkapnya.
Manajemen kondisi fisik menjadi penting.
Kelelahan dapat memengaruhi konsentrasi, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu meningkatkan tempo permainan.
Buriram Membawa Status Juara Bertahan
Buriram United bukan lawan biasa.
Klub Thailand tersebut memasuki kompetisi dengan status juara bertahan ASEAN Club Championship Shopee Cup.
Mereka juga bermain di hadapan pendukung sendiri.
Status tersebut membuat Borneo harus mampu mengelola fase awal pertandingan.
Kesalahan pada menit awal dapat memberikan momentum kepada tuan rumah.
Sebaliknya, apabila Borneo mampu menjaga struktur dan menahan tekanan awal, peluang untuk membangun permainan akan semakin terbuka.
Borneo Membawa Nama Indonesia
Pertandingan ini tidak hanya menjadi urusan klub.
Borneo membawa representasi sepak bola Indonesia ke kompetisi antarklub kawasan Asia Tenggara.
Farid secara khusus meminta dukungan masyarakat Indonesia dan Pusamania.
“Mohon doanya, kita berjuang atas nama Indonesia di Thailand,” kata Farid.
Pernyataan tersebut menunjukkan target tim tidak sekadar menyelesaikan pertandingan.
Borneo membutuhkan hasil untuk membangun posisi sejak awal fase grup.
Dalam kompetisi dengan jumlah pertandingan terbatas, kehilangan poin pada laga pembuka dapat meningkatkan tekanan pada pertandingan berikutnya.
Pertahanan Menjadi Fondasi Penting
Menghadapi juara bertahan di kandangnya membutuhkan disiplin.
Borneo harus menghindari ruang terbuka ketika kehilangan bola.
Transisi dari menyerang ke bertahan menjadi salah satu fase yang berpotensi menentukan pertandingan.
Tim juga perlu menjaga konsentrasi menghadapi bola mati.
Pertandingan internasional sering ditentukan oleh detail kecil ketika kualitas kedua tim relatif kompetitif.
Di sisi lain, Borneo tetap membutuhkan keberanian menyerang.
Bertahan terlalu dalam sepanjang pertandingan dapat membuat Buriram memperoleh terlalu banyak kesempatan menguasai wilayah berbahaya.
Laga Pertama Menentukan Momentum Grup
Pertandingan pembuka tidak langsung menentukan kelolosan.
Namun, hasil di Buriram dapat memengaruhi momentum Borneo dalam menjalani pertandingan berikutnya.
Membawa pulang poin dari kandang juara bertahan akan memberi modal penting.
Sebaliknya, kekalahan membuat Borneo harus mengejar hasil pada laga selanjutnya.
Karena itu, laga di Thailand menjadi ukuran awal kesiapan Pesut Etam bersaing di tingkat ASEAN.
Borneo telah membawa 23 pemain dan menjalani perjalanan panjang menuju Buriram. Kini ujian sesungguhnya berada di lapangan.














