MUKADIMAH
Daun atau dalam bahasa latin di sebut dengan “Folium” merupakan alat tubuh yang penting bagi tumbuh tumbuhan karena banyak proses metabolisme yang terjadi di daun misalnya proses fotosintesis menghasilkan bahan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Semua daun mula-mula berupa tonjolan jaringan yang kecil, yaitu primordia pada waktu ujung pucuk tumbuh, primordia daun baru mulai terbentuk menurut pola khas untuk tiap jenis tumbuhan.
Daun hijau tidak hanya memberikan kehidupan dan energi pada manusia, tetapi juga memberikan harapan. Tidak salah bila banyak orang selalu meluangkan waktunya untuk menikmati pemandangan hijau dan alam terbuka. Hal itu karena di sanalah dedaunan hijau bisa dijumpai, menyegarkan mata. Daun yang tumbuh dari sebuah pohon merupakan simbol kesetiaan yang apa adanya. Pohon bertumbuh dengan kelebihannya masing-masing. Memberikan kesejukan pada lingkungan di sekitarnya bahkan memberikan buah yang kemudian dimakan manusia.
Daun tidak menunggu sampai dewasa untuk dapat bermanfaat. Saat baru muncul dengan tunas kecilnya, daun sudah berfotosintesis dan memancarkan manfaat untuk dirinya, pohon dan lingkungan. Energi dari hasil fotosintesis dialirkan ke seluruh bagian tumbuhan.
Oleh sebab itu, daun hijau menginspirasi kita untuk menjalani kehidupan yang penuh makna, seperti kita ketahui daun lebih dominan berwarna hijau, Warna hijau pada daun ini, melambangkan keteduhan dan kesegaran. Dari semua warna yang ada, warna hijau adalah warna yang paling menenangkan mata. Ini menggambarkan bahwa pada kehidupan yang bermanfaat dan memancarkan keteduhan sebagaimana pada pepohonan akan membangkitkan energi positif bagi yang lain. Kita bisa menjadi manusia sebagaimana dedaunan hijau yang menginspirasi orang lain dengan cara sederhana.
Daun memancarkan keteduhan sebagai kodrat hidupnya. Daun menyuplai kesegaran tanpa beban, tanpa pencitraan, tanpa pamrih. Ini tentang cinta dan kebermanfaatan yang harus selalu dimiliki setiap manusia. Pepohonan yang bertumbuh pada tanah akan mengeluarkan daun yang begitu pandai beradaptasi sesuai cuaca dan iklim yang ada. Daun sanggup menyesuaikan diri pada kondisi alam di sekitarnya. Bahkan saat kemarau tiba, daun rela menggugurkan dirinya untuk menjaga air tanah tidak menguap. Dengan begitu tanaman tetap bisa hidup.
Daun dapat memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis melalui sinar matahari. Daun dapat mengerjakan sendiri semua yang dibutuhkannya tanpa bantuan orang lain. Proses perkembangan daun berjalan alamiah tanpa harus diatur sedemikian rupa. Daun mampu beradaptasi secara kuat pada lingkungannya.
Daun hidup bekerjasama. Sehelai daun ternyata saling mendukung dengan daun lainnya untuk menjaga keberlanjutan hidupnya. Bila suatu pepohonan memiliki daun yang rimbun nan hijau, itu berarti pohon tersebut hidup dengan baik. Menariknya, semakin sejahtera kehidupan pohon, semakin besar pula manfaat yang ia berikan pada lingkungan dan manusia.
Daun seolah menyadari bahwa eksistensi dirinya berkat dukungan dari akar, batang, buah, bunga dan juga tanah. Daun mengerti bahwa setiap hal yang kita dapat bukan sepenuhnya kita ambil sendiri. Tidak boleh egois. Karena itu, daun mendapat hasil makanan dari fotosintesis, untuk kemudian dibagikan ke seluruh bagian tanaman tanpa terkecuali.
Daun memancarkan kesejukan yang menghidupkan lingkungan sekitarnya. Ini pertanda betapa di balik keindahannya, daun itu pemurah karena mampu memberikan kehidupan dan manfaat untuk dunia.
