Gempa Kaltara Dikabarkan Terasa hingga Pulang Pisau

BMKG Cek Dampak Gempa Magnitudo 2,3, di Kaltara ke Wilayah Kalteng

lustrasi peta sebaran gempa Kalimantan Utara dan kabar getaran yang disebut terasa hingga Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
lustrasi peta sebaran gempa Kalimantan Utara dan kabar getaran yang disebut terasa hingga Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA, folitimes.id — Kabar getaran gempa bumi di Kalimantan Utara disebut terasa hingga wilayah pesisir Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian publik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG masih menelusuri kebenaran laporan tersebut.

Gempa berkekuatan magnitudo 2,3 terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 11.11 WIB. Titik gempa berada di wilayah Kalimantan Utara dengan kedalaman 18 kilometer, tepatnya pada koordinat 4,11 Lintang Utara dan 116,99 Bujur Timur.

Informasi yang beredar menyebut getaran itu terasa sampai kawasan pesisir selatan Pulang Pisau. Selain itu, muncul pula kabar warga mendengar suara gemuruh atau dentuman. Namun, BMKG belum memastikan apakah fenomena tersebut berkaitan langsung dengan gempa.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Lian Andrian, mengatakan pihaknya masih mencari data untuk memastikan laporan yang beredar di masyarakat.

“Kalau suara gemuruh dentuman yang katanya dari langit kami masih belum tahu, masih kami cari datanya dahulu,” kata Lian saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Menurut Lian, posisi pusat gempa berada cukup jauh dari wilayah Kalimantan Tengah. Dengan kekuatan magnitudo yang relatif kecil, BMKG belum dapat memastikan getaran itu benar-benar terasa hingga Pulang Pisau.

“Harusnya tidak, karena cukup jauh dan kekuatan gempanya tidak terlalu kuat,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi penting di tengah beredarnya kabar soal suara gemuruh yang disebut-sebut terdengar di wilayah pesisir. Tanpa data resmi, suara tersebut belum dapat dikaitkan dengan aktivitas gempa.

BMKG masih memeriksa kemungkinan adanya laporan getaran dari wilayah Kalimantan Tengah. Jika ditemukan data tambahan, informasi lanjutan akan disampaikan kepada publik.

“Apabila ada informasi, akan kami sampaikan kembali,” kata Lian.

Kasus ini menunjukkan pentingnya verifikasi informasi kebencanaan. Kabar gempa, dentuman, atau suara gemuruh kerap cepat menyebar di masyarakat, terutama ketika dikaitkan dengan potensi bencana.

Namun, hingga ada penjelasan resmi, warga diminta tidak langsung menyimpulkan sumber suara tersebut. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG dan tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi.

Secara awal, BMKG menyebut gempa di Kalimantan Utara tersebut memiliki kekuatan kecil dan pusatnya jauh dari Kalimantan Tengah. Meski demikian, penelusuran tetap dilakukan untuk memastikan apakah ada dampak yang benar-benar tercatat di Pulang Pisau atau wilayah pesisir lainnya.

iklan Siap Pasang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *