SAMPIT, folitimes.id – Dugaan pencurian sebuah mobil di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berubah menjadi peristiwa yang menyita perhatian warga pada Kamis, 16 Juli 2026. Peristiwa itu tidak hanya melibatkan dugaan penguasaan kendaraan secara melawan hukum, tetapi juga dugaan kekerasan terhadap seorang anak perempuan penyandang disabilitas yang masih berada di dalam mobil.
Insiden tersebut terjadi di kawasan pertokoan ketika ayah korban memarkirkan mobilnya di depan sebuah toko. Mesin kendaraan masih menyala karena ia bermaksud masuk sebentar ke dalam toko. Di dalam mobil, anak perempuannya yang merupakan penyandang disabilitas tetap berada di kursi penumpang sambil menunggu.
Beberapa saat kemudian, seorang pria diduga masuk ke dalam kendaraan dan langsung mengemudikan mobil tersebut meninggalkan lokasi. Anak yang berada di dalam mobil diduga menyadari kendaraan bergerak dibawa orang yang tidak dikenalnya. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan sambil memanggil ayahnya.
Dugaan Kekerasan Terjadi Saat Korban Berteriak
Situasi berubah semakin mencekam ketika korban terus berteriak meminta bantuan. Berdasarkan keterangan keluarga, terduga pelaku diduga memukul kepala korban dan membenturkannya ke pintu mobil agar korban berhenti berteriak.
Jeritan korban memicu kepanikan di sekitar lokasi. Ayah korban yang mendengar suara anaknya segera keluar dari toko dan mengejar kendaraan yang terus melaju di tengah arus lalu lintas.
Dalam kondisi yang berisiko, sang ayah berhasil mengejar mobil tersebut. Ia memegang pintu kendaraan, masuk ke dalam mobil, lalu berupaya menarik rem tangan hingga kendaraan akhirnya berhenti.
Warga Turun Tangan Mengamankan Terduga Pelaku
Aksi pengejaran itu menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Setelah kendaraan berhenti, warga langsung membantu mengamankan pria yang diduga membawa kabur mobil tersebut.
Emosi warga sempat memuncak setelah mengetahui di dalam kendaraan terdapat seorang anak penyandang disabilitas yang diduga mengalami kekerasan. Terduga pelaku sempat menjadi sasaran kemarahan massa sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian.
Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik warga mengamankan terduga pelaku hingga akhirnya petugas datang ke lokasi untuk mengambil alih penanganan.
Keluarga Korban Mengaku Masih Syok
Paman korban, Muhammad Sukron, mengatakan keluarga masih terpukul atas kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi korban saat itu membuat seluruh keluarga panik.
“Kami sangat syok. Yang paling kami pikirkan saat itu adalah keselamatan anak. Syukurlah akhirnya kendaraan berhasil dihentikan dan korban bisa diselamatkan,” ujar Muhammad Sukron, paman korban.
Keterangan tersebut disampaikan di lokasi kejadian setelah korban berhasil dievakuasi.
Polisi Amankan Terduga Pelaku
Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Ketapang mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut dari kerumunan warga.
Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk menjalani pemeriksaan medis.
Hingga Jumat, 17 Juli 2026, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Kepolisian juga masih mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, serta mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk menentukan proses hukum selanjutnya.
Folitimes.id masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian mengenai pasal yang akan disangkakan kepada terduga pelaku serta hasil penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, identitas korban tidak dipublikasikan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak.















