Dokumentasi Kemenko Perekonomian. Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
JAKARTA, folitimes.id – Pemerintah membutuhkan investasi sedikitnya Rp2.218 triliun untuk menopang target pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pada 2027. Kebutuhan tersebut muncul ketika Indonesia sekaligus harus membiayai ekspansi energi, digitalisasi dan pembangunan infrastruktur.
Kebutuhan Modal Menembus Rp2.200 Triliun
Kebutuhan investasi 2027 diperkirakan berada pada kisaran Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun. Besarnya angka tersebut menunjukkan target pertumbuhan tidak dapat hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
Energi Menjadi Kebutuhan Utama
Permintaan listrik Indonesia diperkirakan terus meningkat seiring industrialisasi, pusat data dan elektrifikasi aktivitas ekonomi. Pemerintah memproyeksikan kebutuhan dapat mencapai sekitar 700–800 terawatt jam pada 2030.
Transmisi Menjadi Titik Kritis
Pemerintah menyiapkan pengembangan puluhan ribu kilometer jaringan transmisi. Infrastruktur ini menjadi penting karena banyak potensi energi terbarukan berada jauh dari pusat industri dan kawasan berpenduduk padat.
Digitalisasi Membutuhkan Listrik Stabil
Pertumbuhan pusat data, kecerdasan buatan dan industri digital meningkatkan kebutuhan listrik dengan karakter berbeda. Infrastruktur digital membutuhkan pasokan stabil sepanjang waktu dan semakin banyak perusahaan global menetapkan target penggunaan energi bersih.
Target Besar Membutuhkan Kepastian Kebijakan
Investor membutuhkan kepastian mengenai perizinan, tarif, kontrak dan aturan penggunaan lahan. Perubahan kebijakan yang terlalu sering meningkatkan risiko proyek jangka panjang.
Investasi ribuan triliun rupiah bukan tujuan akhir. Ukuran keberhasilannya berada pada kemampuan modal tersebut menghasilkan listrik, pekerjaan, produktivitas dan nilai tambah yang benar-benar tinggal di dalam perekonomian Indonesia.
Sumber: www.ekon.go.id.














