Karhutla Kalteng Meluas, 10.700 Personel Dikerahkan Padamkan Api

Asap pekat dan lahan kering memaksa pemerintah memperbesar operasi darat di Kalimantan Tengah

Petugas menjalankan operasi pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah.
Operasi pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah saat titik panas meningkat pada 27 September 2026. Foto: Dokumentasi Kemenhut.

Dokumentasi operasi pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah, 27 September 2026. Foto: Kementerian Kehutanan.

PALANGKA RAYA, folitimes.id – Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah memasuki fase serius pada awal Oktober 2026. Pemerintah mengerahkan 10.700 personel gabungan untuk mengejar titik api, mencegah perluasan kebakaran dan menjaga kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah mencatat operasi darat selama 24 jam pada Senin, 5 Oktober 2026, menangani kebakaran seluas 137,18 hektare. Pada saat bersamaan, kualitas udara di sejumlah wilayah ikut tertekan akibat peningkatan konsentrasi partikel halus PM2.5.

Sebanyak 137,18 Hektare Ditangani Sehari

BPBPK Kalteng menghimpun data luas kebakaran dari laporan pemerintah kabupaten dan kota melalui Pusat Pengendalian Operasi.

Dalam periode 24 jam, tim gabungan menangani karhutla dengan total luas mencapai 137,18 hektare.

Angka tersebut menggambarkan luas area yang ditangani dan dipadamkan dalam periode laporan. Data itu tidak boleh langsung dibaca sebagai total keseluruhan lahan yang terbakar sepanjang musim kemarau 2026.

Pembedaan tersebut penting karena akumulasi luas kebakaran membutuhkan rentang waktu yang berbeda.

Pemerintah juga masih menghadapi titik kebakaran aktif. Artinya, angka luasan dapat berubah seiring laporan baru masuk dari kabupaten dan kota.

Sepuluh Ribu Personel Masuk Operasi Darat

Pemerintah mengerahkan 10.700 personel gabungan untuk mendukung operasi pemadaman darat.

Kekuatan tersebut berasal dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, Satpol PP, relawan Masyarakat Peduli Api serta tim pemadam perusahaan.

Skala personel menunjukkan operasi tidak lagi mengandalkan satu lembaga.

Setiap unsur memiliki fungsi berbeda. Petugas pemadam mengejar api, sementara personel lain mendukung patroli, pendinginan, logistik dan pengamanan kawasan.

Namun, jumlah personel tidak otomatis menggambarkan efektivitas operasi.

Jarak titik kebakaran, akses jalan, ketersediaan sumber air dan karakter lahan menentukan seberapa cepat tim dapat mengendalikan api.

BMKG Tunjukkan Lahan Sangat Mudah Terbakar

Risiko kebakaran belum sepenuhnya mereda.

Analisis Fine Fuel Moisture Code dari BMKG yang dikutip BPBPK menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di Kalimantan Tengah berada pada kategori sangat mudah terbakar.

Kondisi itu menunjukkan bahan bakar permukaan telah mengering.

Rumput, semak, ranting dan material organik kering dapat mempercepat penjalaran api ketika muncul sumber panas.

Situasi tersebut membuat pencegahan sama pentingnya dengan pemadaman.

Satu pembakaran terbuka pada area yang sangat kering dapat menciptakan titik api baru dan menambah beban personel yang sudah bekerja di lokasi lain.

PM2.5 Sempat Menembus Angka Seribu

Dampak karhutla tidak berhenti pada luasan lahan.

BPBPK menyebut pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara untuk parameter PM2.5 di sejumlah wilayah, khususnya Palangka Raya dan daerah terdampak, telah melewati 300. Pada waktu tertentu, angka bahkan tercatat berada di atas 1.000.

Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke sistem pernapasan.

Kondisi itu membuat kelompok anak, lansia dan masyarakat dengan gangguan pernapasan membutuhkan perhatian lebih besar.

Data kualitas udara juga menunjukkan penanganan karhutla tidak bisa hanya menggunakan indikator jumlah titik api.

Api yang relatif jauh dari kawasan permukiman tetap dapat memengaruhi masyarakat ketika asap bergerak mengikuti arah angin.

Operasi Harus Mengejar Api dan Asap Bersamaan

Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus.

Satgas harus memadamkan kebakaran di lapangan. Pada saat yang sama, pemerintah perlu mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Pemantauan kualitas udara perlu berlangsung secara konsisten.

Data ISPU juga harus mudah diakses masyarakat agar warga dapat menyesuaikan aktivitas luar ruang ketika konsentrasi polutan meningkat.

Fasilitas kesehatan perlu bersiap menghadapi peningkatan keluhan pernapasan apabila asap bertahan.

Masker, layanan kesehatan dan perlindungan kelompok rentan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari operasi pemadaman.

Hujan Belum Otomatis Mengakhiri Ancaman

Prakiraan cuaca periode 5–8 Oktober menunjukkan dua kondisi berbeda di Kalimantan Tengah.

Sebagian wilayah masih menghadapi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Wilayah lain berpotensi mendapat hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Hujan dapat membantu mengurangi kebakaran pada permukaan.

Namun, pemerintah tidak dapat langsung menurunkan kewaspadaan.

Pada kawasan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan. Pendinginan harus memastikan sumber panas benar-benar hilang agar api tidak kembali muncul.

Pencegahan Menjadi Pertahanan Terakhir

Pemadaman membutuhkan personel, peralatan, air dan biaya besar.

Pencegahan jauh lebih murah dibanding mengejar kebakaran setelah meluas.

BPBPK meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka selama kondisi mudah terbakar masih tinggi.

Patroli juga perlu diarahkan pada kawasan yang berulang kali mengalami kebakaran.

Pemerintah daerah memiliki data historis yang dapat digunakan untuk memetakan lokasi rawan.

Operasi 10.700 personel menunjukkan besarnya sumber daya yang telah masuk ke lapangan. Tantangan berikutnya ialah menekan kemunculan titik api baru agar personel tidak terus berpindah dari satu kebakaran ke kebakaran lainnya.

Sumber: MMC Kalteng.

✆
Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *