Konferensi pers prakiraan musim hujan 2026/2027, 22 September 2026. Foto: BMKG; penyesuaian komposisi dengan AI. Foto konteks informasi iklim.
PALEMBANG, folitimes.id – BMKG menempatkan Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir dalam kategori Awas kekeringan meteorologis. Pembaruan berlaku pada 10 Oktober 2026.
Empat Wilayah Masuk Peringatan
Selain itu, status tersebut merupakan indikator iklim, bukan bukti seluruh penduduk telah mengalami krisis air bersih.
Ogan Ilir Catat 106 Hari Tanpa Hujan
Sementara itu, ARG Cinta Manis di Kecamatan Lubuk Keliat mencatat 106 hari tanpa hujan. Angka itu berasal dari satu titik pengamatan.
Lebih lanjut, pemerintah perlu membaca data bersama lokasi pengamatan lain.
Kekeringan Berbeda dari Krisis Air
Selain itu, kekeringan meteorologis mengukur kekurangan hujan. Krisis air bersih berkaitan dengan ketersediaan serta akses masyarakat terhadap air.
Sementara itu, kondisi sumber air perlu diperiksa langsung.
Risiko Kebakaran Lahan
Periode kering panjang dapat meningkatkan kerentanan vegetasi terhadap api. Namun, kebakaran juga dipengaruhi sumber penyulut dan pengelolaan lahan.
Lebih lanjut, patroli pencegahan perlu diperkuat.
Tidak Ada Peringatan Hujan Tinggi
Selain itu, BMKG tidak menetapkan kategori peringatan hujan tinggi di Sumsel pada dasarian kedua Oktober. Hujan lokal tetap mungkin terjadi.
Prakiraan harian harus terus dipantau.
Pemerintah Perlu Memeriksa Cadangan Air
Pemerintah daerah perlu menilai kondisi sumur, embung, jaringan air, dan kebutuhan warga. Bantuan harus mengikuti verifikasi dampak di lapangan.
Peringatan iklim perlu diikuti langkah nyata.
Sumber rujukan: Keterangan resmi pemerintah.








