Dokumentasi rapat koordinasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, 24 September 2026. Foto: Bank Indonesia. Foto konteks kebijakan ekonomi.
JAKARTA, folitimes.id – Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 mencapai 146,3 miliar dolar AS. Nilainya turun dari 146,5 miliar dolar AS pada Agustus.
Cadangan Berkurang 200 Juta Dolar
Selain itu, bank Indonesia mengumumkan data pada 7 Oktober 2026.
Pembayaran Utang dan Stabilisasi
Sementara itu, perubahan cadangan dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri, penerimaan pemerintah, pembayaran utang, dan kebijakan stabilisasi rupiah.
Lebih lanjut, penurunan tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor saja.
Masih Mampu Membiayai Impor
Selain itu, cadangan September setara 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor beserta pembayaran utang pemerintah.
Sementara itu, angka tersebut melampaui patokan kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Perbandingan dengan Agustus
Lebih lanjut, pada Agustus, kecukupan cadangan mencapai 5,4 bulan impor dan 5,3 bulan jika memasukkan pembayaran utang pemerintah.
Selain itu, penurunan terbatas terjadi pada beberapa indikator.
Ketidakpastian Global
BI menghadapi perubahan sentimen pasar keuangan internasional. Arus modal dan volatilitas nilai tukar dapat memengaruhi kebutuhan stabilisasi.
Nilai penurunan cadangan bukan otomatis jumlah intervensi valuta asing.
Ketahanan Eksternal Perlu Dijaga
Cadangan devisa merupakan salah satu penyangga ekonomi. Stabilitas harga, investasi, dan perdagangan juga memengaruhi ketahanan eksternal.
Publik memerlukan data yang konsisten untuk mengikuti perkembangan rupiah.
Sumber rujukan: Keterangan resmi pemerintah.








