Dokumentasi FESyar Jawa 2026, 25–27 September 2026. Foto: Bank Indonesia. Foto konteks kegiatan ekonomi, bukan dokumentasi pengumuman statistik September.
JAKARTA, folitimes.id – Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran September 2026 tumbuh 1,4 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi daripada Agustus sebesar 1,3 persen.
Pertumbuhan Tahunan Naik
Selain itu, survei Penjualan Eceran BI terbit pada 9 Oktober 2026.
Penjualan Bulanan Menurun
Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran September diprakirakan turun 2,3 persen. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi salah satu sumber koreksi.
Lebih lanjut, perubahan bulanan tidak boleh disamakan dengan pertumbuhan tahunan.
Agustus Masih Menguat
Selain itu, penjualan eceran Agustus tumbuh 0,8 persen secara bulanan. Pada Juli, penjualan mengalami kontraksi 0,1 persen.
Sementara itu, BI mengaitkan penguatan Agustus dengan permintaan selama periode peringatan kemerdekaan.
Indeks Penjualan Riil
Lebih lanjut, BI memperkirakan IPR September mencapai 221,3. Angka tersebut masih berupa prakiraan yang dapat diperbarui.
Selain itu, hasil final perlu mengikuti rilis BI berikutnya.
Ekspektasi Harga Meningkat
Indeks ekspektasi harga November naik menjadi 149,9. Untuk Februari 2027, indeks meningkat menjadi 177,9.
Namun, indeks ekspektasi bukan persentase inflasi aktual.
Konsumsi Perlu Pemantauan
Pertumbuhan tahunan yang positif beriringan dengan penurunan bulanan. Pemerintah perlu membaca survei bersama data inflasi dan pendapatan.
Tidak semua sektor ritel memiliki dinamika yang sama.
Sumber rujukan: Keterangan resmi pemerintah.








