Foto: Tribrata News/Polri.
- Sebanyak 70 Personel Mendapat Promosi atau Jabatan Baru
- Empat Belas Posisi Strategis Mabes Berganti
- Bareskrim Menjadi Salah Satu Pos Paling Disorot
- Kadensus 88 Ikut Berganti
- Sebanyak 19 Kapolda Masuk Gelombang Rotasi
- Penyegaran Harus Terlihat dari Pelayanan
- Mutasi Belum Sama dengan Reformasi
- Konsolidasi Cepat Membawa Ekspektasi Besar
JAKARTA, folitimes.id – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memulai konsolidasi struktur hanya beberapa hari setelah menduduki jabatan tertinggi Polri. Sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah masuk dalam gelombang mutasi melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dari 88 personel tersebut, 70 memperoleh promosi atau menduduki jabatan baru. Rotasi menyentuh 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 jabatan Kapolda.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, di Jakarta, Sabtu (3/10/2026), menjelaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri,” kata Johnny.
Ia menambahkan kebijakan tersebut mengikuti kebutuhan organisasi, pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian, ungkapnya.
Sumber data: Polri, Surat Telegram ST/2205/X/KEP./2026.
Sebanyak 70 Personel Mendapat Promosi atau Jabatan Baru
Olahan Folitimes.id: 70 personel dibagi 88 personel menghasilkan sekitar 79,5 persen. Angka ini merupakan hasil olahan redaksi berdasarkan data resmi, bukan persentase yang dinyatakan Polri.
Besarnya proporsi tersebut menunjukkan mutasi bukan hanya pertukaran posisi horizontal.
Empat Belas Posisi Strategis Mabes Berganti
Polri mencatat 14 personel mendapat penugasan baru pada jajaran pejabat utama Mabes. Irjen Pol. Asep Safrudin menjadi Kabareskrim, Irjen Pol. Hery Herjawan menjadi Kabaharkam, dan Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap menempati posisi Kadiv Propam.
Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti menjadi Kabaintelkam, Irjen Pol. Rudi Darmoko menjadi Kalemdiklat, sedangkan Komjen Pol. Asep Edi Suheri menjadi Irwasum Polri.
Bareskrim Menjadi Salah Satu Pos Paling Disorot
Kabareskrim memegang posisi strategis karena badan tersebut menangani berbagai tindak pidana berskala nasional.
Rotasi belum dapat digunakan sebagai bukti perubahan kebijakan penyidikan. Folitimes.id membedakan perubahan pejabat dengan perubahan kinerja.
Kadensus 88 Ikut Berganti
Mutasi juga menyentuh Detasemen Khusus 88 Antiteror. Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani mendapat penugasan sebagai Kadensus 88 AT Polri.
Pergantian pimpinan tidak otomatis berarti perubahan strategi operasi. Sampai terdapat kebijakan baru, penilaian harus berdasarkan fakta yang diumumkan Polri.
Sebanyak 19 Kapolda Masuk Gelombang Rotasi
Polri menyatakan mutasi juga mencakup 19 jabatan Kapolda. Jumlah tersebut membuat konsolidasi menyentuh rantai komando kewilayahan dalam skala luas.
Kapolda mempunyai peran langsung dalam implementasi kebijakan pusat, pengawasan personel serta penanganan kriminalitas di tingkat provinsi.
Penyegaran Harus Terlihat dari Pelayanan
Johnny menyatakan setiap personel yang memperoleh amanah baru diharapkan melanjutkan tugas yang telah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian secara optimal kepada masyarakat.
Jika penyegaran organisasi menjadi alasan mutasi, hasilnya harus terlihat dalam pelayanan, penanganan perkara dan pengawasan internal.
Mutasi Belum Sama dengan Reformasi
Rotasi 88 personel merupakan fakta administratif dan organisasi. Namun terlalu dini menyebutnya sebagai reformasi sebelum terdapat perubahan yang dapat diukur.
Pergantian nama pejabat tidak otomatis memperbaiki kualitas penyidikan atau pelayanan.
Konsolidasi Cepat Membawa Ekspektasi Besar
Sebanyak 88 personel berpindah, 70 memperoleh promosi atau jabatan baru, 14 posisi PJU Mabes tersentuh dan 19 jabatan Kapolda ikut berganti.
Pertanyaan berikutnya bukan lagi siapa yang berpindah. Publik akan menunggu apakah struktur baru menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan.














