Ilustrasi AI/Folitimes.id. Gambar ini bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
PALANGKA RAYA, folitimes.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya mulai terlihat dalam angka kesehatan. Dinas Kesehatan mencatat 10.240 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA selama periode Juni hingga awal Oktober 2026.
Angka itu membuat persoalan kabut asap tidak lagi hanya menyangkut jarak pandang. Paparan udara buruk telah menyentuh kesehatan ribuan warga.
ISPA Palangka Raya: Ribuan Kasus Tercatat
Dinkes Palangka Raya memperkuat pelayanan kesehatan setelah kasus ISPA meningkat selama musim karhutla.
Kelompok anak-anak, lansia dan masyarakat dengan penyakit penyerta menghadapi risiko lebih besar ketika paparan partikulat berlangsung lama.
Udara Menjadi Ancaman
Tekanan kesehatan muncul bersamaan dengan memburuknya kualitas udara.
Data Pemprov Kalteng menunjukkan konsentrasi PM2.5 di wilayah terdampak sempat melampaui angka 300. Pada periode tertentu, nilainya bahkan tercatat di atas 1.000.
Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke sistem pernapasan. Karena itu, penanganan kesehatan harus berjalan beriringan dengan pemadaman karhutla.
Layanan Kesehatan Diperkuat
Dinkes kemudian memperkuat penanganan warga yang mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah juga mengoptimalkan layanan Home Care bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan langsung.
Langkah itu penting karena kelompok rentan tidak selalu dapat mendatangi fasilitas kesehatan ketika kondisi udara memburuk.
Masker dan Susu Dibagikan
Pemerintah Kota Palangka Raya juga membagikan masker dan susu kepada masyarakat.
Distribusi tersebut menjadi perlindungan jangka pendek. Namun, sumber utama persoalan tetap berada pada pengendalian kebakaran dan penurunan konsentrasi polutan udara.
Hotspot Kalteng Masih Tinggi
Persoalan kesehatan berpotensi berlanjut karena Kementerian Kehutanan masih mendeteksi 116 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalteng hingga 4 Oktober malam.
Angka itu justru naik dari 96 hotspot sehari sebelumnya.
Artinya, risiko paparan asap belum sepenuhnya menghilang.
Kesehatan Jadi Ukuran Penanganan
Keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari luas lahan yang berhasil dipadamkan.
Penurunan kasus ISPA dan pemulihan kualitas udara harus menjadi indikator lain. Selama angka gangguan pernapasan tetap tinggi, dampak karhutla masih dirasakan langsung masyarakat.














