Ilustrasi AI/Folitimes.id. Gambar ini bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
JAKARTA, folitimes.id – Tim Nasional Indonesia mencetak sejarah di Jakarta. Garuda menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dalam final yang berakhir 2-2 setelah 120 menit.
Kemenangan itu juga mengakhiri catatan panjang Indonesia yang selama sekitar satu dekade gagal menaklukkan Thailand dalam delapan pertemuan.
Final FIFA ASEAN Cup Berubah Menjadi Drama
Indonesia menghadapi Thailand yang memilih bertahan dan menunggu peluang melalui transisi.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-84. Dean James membawa Indonesia unggul sebelum Iklas Sanron menyamakan skor tiga menit kemudian.
Thailand Berbalik Unggul
Pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Meski bermain dengan 10 pemain, Thailand justru mencetak gol melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.
Gol itu menempatkan Indonesia dalam posisi kritis ketika waktu tersisa hanya beberapa menit.
Baggott Selamatkan Garuda
Elkan Baggott kemudian mengubah arah pertandingan.
Pada menit ke-116, pemain yang lahir di Bangkok tersebut mencetak gol penyama kedudukan. Bola membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang Thailand.
Skor 2-2 memaksa pertandingan menuju adu penalti.
Audero Menjadi Penentu
Tekanan kemudian berpindah kepada penjaga gawang.
Kapten Thailand Sarach Yooyen gagal menjalankan penalti ketiga. Emil Audero selanjutnya menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya dan memastikan trofi menjadi milik Indonesia.
Penantian Panjang Berakhir
Kemenangan memiliki nilai lebih dari sekadar trofi.
Indonesia akhirnya mengalahkan Thailand setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan dalam rentang sekitar sepuluh tahun. Garuda melakukannya pada laga terbesar turnamen.
Momentum Sepak Bola Nasional
Presiden Prabowo Subianto juga menerima Presiden FIFA Gianni Infantino dan membahas penguatan kerja sama pengembangan sepak bola nasional. Pemerintah melihat sepak bola sebagai instrumen pembangunan prestasi sekaligus karakter.
Gelar FIFA ASEAN Cup kini memberi momentum baru. Tantangannya adalah mengubah euforia menjadi peningkatan kualitas kompetisi, pembinaan pemain dan prestasi berkelanjutan.














