PALANGKA RAYA, folitimes.id – Penurunan titik panas secara nasional belum menjadi kabar baik bagi Kalimantan Tengah. Ketika jumlah hotspot berkepercayaan tinggi di Indonesia turun, Kalteng justru bergerak berlawanan dan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak di antara enam wilayah prioritas pengendalian karhutla.
Kementerian Kehutanan mencatat 116 hotspot kategori high confidence di Kalteng hingga Minggu (4/10/2026) pukul 21.10 WIB. Angka itu naik dari 96 hotspot sehari sebelumnya.
Nasional Turun, Hotspot Kalteng Justru Naik
Secara nasional, Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau SiPongi mendeteksi 527 hotspot berkepercayaan tinggi. Jumlah tersebut turun 139 titik dibandingkan 666 hotspot sehari sebelumnya.
Namun, penurunan itu tidak terjadi di Kalteng. Provinsi ini justru menambah 20 hotspot dalam sehari dan menempati posisi tertinggi dari enam provinsi prioritas.
Kementerian Kehutanan menegaskan hotspot bukan jumlah kejadian kebakaran. Data satelit menunjukkan anomali suhu permukaan sehingga petugas masih harus melakukan verifikasi lapangan.
Sebanyak 10.700 Personel Turun
Tekanan di lapangan mendorong pemerintah mengerahkan kekuatan besar. BPBPK Kalteng mencatat 10.700 personel gabungan mendukung operasi pemadaman darat pada Senin (5/10/2026).
Personel berasal dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, organisasi perangkat daerah, Masyarakat Peduli Api hingga tim perusahaan.
Dalam 24 jam, petugas menangani areal karhutla dengan luas mencapai 137,18 hektare. Data berasal dari laporan kabupaten dan kota yang masuk melalui Pusdalops BPBPK Kalteng.
Lahan Sangat Mudah Terbakar
Ancaman belum berhenti pada jumlah hotspot. Analisis Fine Fuel Moisture Code BMKG menempatkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di Kalteng pada kategori sangat mudah terbakar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahan bakar permukaan telah mengering. Api berpotensi muncul dan meluas ketika bertemu sumber pemantik.
PM2.5 Sempat Menembus Seribu
Persoalan karhutla juga bergerak dari lahan menuju udara yang dihirup masyarakat.
Pemprov Kalteng melaporkan konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah terdampak telah melewati angka 300. Pada waktu tertentu, nilainya bahkan menembus lebih dari 1.000.
Kondisi tersebut menempatkan dampak karhutla bukan lagi sebatas urusan pemadaman. Pemerintah harus menghadapi persoalan kesehatan, transportasi dan aktivitas masyarakat secara bersamaan.
Pemerintah Perkuat Operasi Lapangan
BPBPK Kalteng menyatakan tim terus melakukan patroli, pemadaman, pendinginan dan pengawasan wilayah rawan.
Pemerintah juga meminta masyarakat menghentikan pembakaran terbuka karena kondisi vegetasi kering memperbesar peluang api berkembang.
Tantangan Belum Berakhir
Kenaikan hotspot ketika angka nasional menurun menjadi alarm bagi Kalteng. Hujan di sebagian wilayah memang dapat membantu pemadaman, tetapi kondisi lahan yang sangat mudah terbakar membuat risiko belum berakhir.
Data 116 hotspot juga menunjukkan operasi besar yang melibatkan 10.700 personel masih menghadapi tekanan lapangan yang berat.
Sumber rujukan: Laporan dan keterangan terkait.














