Dokumentasi rapat koordinasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, 24 September 2026. Foto: Bank Indonesia. Foto konteks kebijakan ekonomi.
JAKARTA, folitimes.id – Bank Indonesia mencatat uang primer adjusted September 2026 tumbuh 9,3 persen tahunan. Pertumbuhan melambat dari 16,3 persen pada Agustus.
Pertumbuhan Turun Tujuh Poin
Selain itu, nilai M0 adjusted mencapai Rp2.353,1 triliun dalam rilis BI pada 7 Oktober.
Uang Kartal Menjadi Pendorong
Sementara itu, uang kartal yang beredar tumbuh 11,8 persen tahunan. Giro bank umum pada BI setelah penyesuaian tumbuh 3,9 persen.
Lebih lanjut, komponen tersebut memengaruhi perkembangan uang primer.
Penyesuaian Insentif Likuiditas
Selain itu, konsep M0 adjusted memperhitungkan pengaruh kebijakan insentif likuiditas. Perhitungan tersebut berbeda dari uang primer biasa.
Sementara itu, kedua indikator tidak dapat dibandingkan tanpa penjelasan metode.
Uang Primer Biasa
Lebih lanjut, statistik BI mencatat uang primer tanpa penyesuaian Rp1.892,36 triliun pada akhir September. Nilainya meningkat dari Rp1.835,11 triliun pada Agustus.
Selain itu, perbedaan arah perubahan nominal dan laju pertumbuhan tidak saling bertentangan.
Tidak Otomatis Menjadi Kredit
Pertumbuhan uang primer tidak langsung menggambarkan penyaluran kredit perbankan. Kredit juga bergantung pada permintaan, risiko, dan kebijakan bank.
Data moneter perlu dibaca bersama indikator lain.
Transparansi Penting
Perlambatan pertumbuhan merupakan fakta statistik, bukan bukti tunggal pengetatan moneter. Publik membutuhkan definisi indikator yang jelas.
Pemantauan beberapa periode diperlukan untuk membaca tren.
Sumber rujukan: Keterangan resmi pemerintah.








