Dokumentasi pemadaman di Kalimantan Tengah, 5 Oktober 2026. Foto: BPBPK Kalteng/MMC Kalteng. Foto konteks, bukan dokumentasi petugas yang dirawat di Kobar.
PANGKALAN BUN, folitimes.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mulai menimbulkan korban di kalangan petugas. Enam petugas dan relawan harus mendapat penanganan medis di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Kondisi tersebut menambah persoalan serius dalam operasi pemadaman. Petugas tidak hanya menghadapi kobaran api, tetapi juga kelelahan dan paparan asap selama bertugas.
Enam Personel Membutuhkan Penanganan Rumah Sakit
Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, membenarkan adanya enam petugas dan relawan yang membutuhkan perawatan. Ia menyampaikan keterangan tersebut di Pangkalan Bun, Selasa (6/10/2026).
“Benar, sampai sekarang ada sekitar enam orang sejak karhutla,” kata Fachruddin.
Sebagian petugas harus menjalani rawat inap. Rumah sakit juga memberikan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing pasien.
Namun, informasi yang tersedia belum merinci diagnosis setiap pasien. Redaksi juga belum memperoleh pembaruan resmi mengenai jumlah petugas yang telah pulang hingga Kamis (8/10/2026).
Paparan Asap Menambah Risiko Operasi
Operasi karhutla menuntut ketahanan fisik petugas. Mereka harus bergerak di kawasan terbakar dan menghadapi kondisi udara yang terganggu asap.
Kelelahan dapat meningkat ketika petugas bekerja dalam waktu panjang. Paparan asap juga menambah risiko gangguan pernapasan, terutama tanpa perlindungan memadai.
Meski demikian, penyebab medis setiap kasus tetap memerlukan keterangan dokter. Tidak tepat menyimpulkan bahwa keenam petugas mengalami penyakit yang sama.
Keselamatan Petugas Menjadi Persoalan Penting
Perawatan enam petugas memunculkan pertanyaan tentang dukungan kesehatan selama operasi pemadaman.
Kesiapan perlengkapan pelindung, pasokan air minum, pergantian personel, dan pemeriksaan kesehatan menjadi unsur penting dalam operasi berisiko tinggi.
Data yang tersedia belum menjelaskan pola pergantian petugas maupun perlengkapan yang mereka gunakan. Karena itu, evaluasi keselamatan masih memerlukan penjelasan dari instansi penanggung jawab operasi.
Operasi Pemadaman Memerlukan Dukungan Medis
Penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada jumlah petugas dan peralatan pemadam. Operasi juga membutuhkan dukungan medis yang dapat menjangkau personel di lapangan.
Keberadaan fasilitas kesehatan menjadi penting ketika petugas mengalami kelelahan atau gangguan pernapasan. Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kondisi kesehatan memburuk.
Perkembangan Kondisi Petugas Perlu Diperbarui
Hingga bahan terakhir yang berhasil diverifikasi, enam petugas dan relawan tercatat membutuhkan penanganan rumah sakit.
Belum ada informasi resmi yang cukup untuk memastikan kondisi terkini seluruh pasien pada 8 Oktober. Karena itu, angka enam harus dipahami sebagai laporan sebelumnya, bukan jumlah pasien yang dipastikan masih dirawat hari ini.
Perkembangan kesehatan petugas dan evaluasi keselamatan operasi menjadi dua hal yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.














