Banjir Parigi Moutong Rendam 160 Rumah, Mitigasi Diuji

Banjir merendam empat desa, penanganan darurat dan pendataan kerusakan kini menjadi fokus utama.

Banjir Parigi Moutong merendam permukiman warga di Kecamatan Toribulu
Banjir merendam permukiman di Parigi Moutong pada Minggu, 27 September 2026. Foto: Dokumentasi BPBD Parigi Moutong/BNPB.

PARIGI MOUTONG, folitimes.id – Banjir Parigi Moutong berdampak pada 160 rumah dan tiga fasilitas umum di Kecamatan Toribulu, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 27 September 2026. Hujan berintensitas tinggi memicu genangan di empat desa, sementara petugas gabungan bergerak menangani kebutuhan darurat warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat Desa Toribulu Selatan, Tomoli Utara, Sibalago, dan Singura sebagai wilayah terdampak. Kaji cepat masih bersifat sementara sehingga petugas perlu memperbarui data rumah, fasilitas publik, kebutuhan keluarga, dan kerusakan infrastruktur.

Banjir Parigi Moutong menyentuh empat desa

BPBD bersama tim gabungan langsung menjalankan penanganan darurat di lapangan. BNPB melaporkan air telah surut pada Senin, 28 September 2026, tetapi surutnya genangan belum otomatis mengakhiri risiko bagi warga.

Petugas perlu memeriksa kondisi rumah, sumber air bersih, jaringan listrik, jalan desa, serta bangunan layanan publik. Pemeriksaan itu menentukan apakah warga dapat kembali beraktivitas dengan aman atau masih membutuhkan dukungan logistik dan tempat tinggal sementara.

Data awal belum merinci jumlah warga yang mengungsi maupun nilai kerugian. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengumumkan pembaruan secara berkala agar bantuan tidak bertumpu pada perkiraan dan seluruh desa memperoleh dukungan sesuai kebutuhan.

Pendataan kerusakan menentukan arah bantuan

Jumlah 160 rumah terdampak menunjukkan banjir menyentuh permukiman dalam skala yang menuntut koordinasi lintas lembaga. Namun, angka rumah belum menjelaskan tingkat kerusakan, jumlah penghuni rentan, atau kebutuhan khusus keluarga dengan anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

BPBD dapat menggunakan pendataan dari rumah ke rumah untuk memisahkan kerusakan ringan, sedang, dan berat. Selain itu, petugas perlu mencatat fasilitas umum yang terganggu agar pemerintah dapat menentukan layanan mana yang harus pulih lebih dahulu.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, meminta masyarakat menyiapkan evakuasi mandiri ketika hujan berlangsung lama. “Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalurnya yang aman,” kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan pada 28 September 2026.

Surutnya air bukan akhir penanganan

Endapan lumpur, sampah, dan kemungkinan kerusakan sumur dapat menimbulkan persoalan setelah banjir surut. Oleh sebab itu, petugas kesehatan, aparat desa, dan warga perlu memastikan air konsumsi aman serta membersihkan rumah dengan perlindungan yang memadai.

Pemerintah desa juga perlu memetakan kelompok rentan dan jalur keluar dari kawasan rendah. Peta sederhana yang warga pahami dapat mempercepat keputusan ketika hujan kembali meningkat, terutama pada malam hari atau saat akses komunikasi terganggu.

BNPB pada hari yang sama juga melaporkan banjir di Kabupaten Langkat dengan ketinggian air 10–80 sentimeter. Rangkaian kejadian itu memperlihatkan bahwa hujan lebat dapat memicu dampak berbeda menurut kondisi sungai, drainase, permukiman, dan kesiapan setiap daerah.

Mitigasi harus mengikuti temuan lapangan

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong perlu memakai hasil kaji cepat untuk memeriksa penyebab genangan di setiap desa. Temuan lapangan dapat mengarahkan pembersihan saluran, perbaikan tanggul, penataan aliran air, atau penguatan sistem peringatan sesuai kondisi setempat.

Warga membutuhkan informasi yang ringkas tentang prakiraan hujan, lokasi aman, nomor layanan darurat, dan waktu pembagian bantuan. Informasi tersebut harus konsisten agar kabar yang belum terverifikasi tidak mengganggu proses evakuasi maupun distribusi logistik.

Pembaruan resmi penanganan bencana tersedia melalui BNPB. Pembaca juga dapat mengikuti laporan daerah dan kebencanaan lain melalui Folitimes.id.

Banjir Parigi Moutong menuntut pemerintah tidak berhenti pada catatan bahwa air sudah surut. Pendataan terbuka, pemulihan fasilitas umum, perlindungan kelompok rentan, dan perbaikan titik rawan akan menentukan apakah warga menghadapi hujan berikutnya dengan risiko yang lebih kecil.

✆
Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *