Perawatan orangutan dan orangutan di kawasan terdampak asap. Foto: Istimewa/Yayasan Borneo Orangutan Survival, 10 Oktober 2026. Kolase dua foto kiriman redaksi.
PALANGKA RAYA, folitimes.id – Sebanyak 47 orangutan di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng mengalami gangguan pernapasan akibat asap karhutla. Seekor anak orangutan bernama Novita juga mengalami luka bakar setelah terjebak di kawasan kebakaran.
Novita Ditemukan di Kawasan Terbakar
Selain itu, tim gabungan mengevakuasi Novita dari kawasan Katune pada 26 September 2026.
Luka Bakar Memerlukan Perawatan
Sementara itu, novita mengalami luka pada tangan dan kaki. Kerusakan jaringan mengharuskan tim medis melakukan tindakan pada bagian jari kaki.
Lebih lanjut, tim dokter hewan terus memantau proses pemulihannya.
Empat Puluh Tujuh Orangutan Mengalami Gangguan
Selain itu, dari 224 orangutan di Nyaru Menteng, 47 menunjukkan gangguan pernapasan. Petugas memberikan perawatan sesuai kondisi satwa.
Sementara itu, jumlah tersebut tidak otomatis sama dengan jumlah penerima terapi nebulizer.
Asap Menjangkau Pusat Rehabilitasi
Paparan asap dapat mengganggu kesehatan satwa meski lokasi rehabilitasi tidak terbakar langsung. Tim konservasi harus menjaga lingkungan perawatan.
Lebih lanjut, ancaman karhutla melampaui batas area kobaran api.
Penyelamatan Butuh Kerja Sama
Selain itu, BKSDA Kalimantan Tengah, Yayasan BOS, dan unsur lain membantu penyelamatan satwa. Respons cepat diperlukan saat api menjangkau habitat.
Perawatan pascaevakuasi juga membutuhkan sumber daya.
Pencegahan Melindungi Habitat
Api dapat menimbulkan cedera langsung, sedangkan asap mengganggu pernapasan. Pemerintah dan lembaga konservasi perlu memperkuat pencegahan kebakaran.








