Jalan Trans Kalimantan penghubung Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan tertutup asap karhutla. Foto: Istimewa, 10 Oktober 2026. Kolase dua foto kiriman redaksi.
SAMPIT, folitimes.id – Kebakaran lahan gambut di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, mengancam jalan penghubung Sampit–Kuala Pembuang. Asap pekat mengurangi jarak pandang pengendara.
Api Mendekati Jalur Antarkabupaten
Selain itu, laporan lapangan kontributor Didi Syachwani pada Sabtu (10/10/2026) memperlihatkan petugas memadamkan api di sekitar jalur tersebut.
Ancaman terhadap Permukiman
Sementara itu, laporan Kecamatan Mentaya Hilir Utara mencatat kebakaran sekitar dua hektare di Jalan HM Arsyad kilometer 30 pada 7 Oktober. Petugas menahan api sekitar lima meter dari rumah utama.
Lebih lanjut, sekitar 1,5 hektare merupakan semak belukar dan 0,5 hektare berada dekat permukiman.
Angin Mempercepat Penjalaran
Selain itu, angin sekitar 15 kilometer per jam dan vegetasi kering memperberat pemadaman. Sebagian lokasi terdiri dari gambut kering dan lahan mineral.
Sementara itu, petugas harus mengatasi keterbatasan akses dan pasokan air.
Pemadaman Berlangsung Berjam-jam
Lebih lanjut, dalam kejadian 7 Oktober, petugas bekerja dari pukul 11.30 hingga 19.30 WIB. Tim menggunakan tiga mesin pompa dan sembilan gulung selang.
Selain itu, kendaraan tangki air tidak dapat mencapai seluruh titik akibat akses yang sempit.
Pondok Mengalami Kerusakan
Laporan kecamatan mencatat satu pondok mengalami kerusakan sekitar 50 persen. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang tercatat pada 7 Oktober.
Data tersebut tidak boleh disamakan dengan seluruh dampak kebakaran pada 10 Oktober.
Pendinginan Gambut Menentukan Keamanan
Bara bawah permukaan dapat memicu kebakaran kembali. Pengawasan jalan dan permukiman perlu berlanjut setelah kobaran mereda.
Laporan lapangan tidak menyertakan kutipan langsung narasumber, sehingga naskah tidak menambahkan kutipan rekaan.
Sumber rujukan: Keterangan resmi pemerintah.








