BOS Ungkap Ancaman Karhutla, Puluhan Orangutan Butuh Perawatan

Puluhan orangutan menunjukkan gejala pernapasan, sementara Novita menjalani perawatan serius setelah kebakaran hutan.

Karhutla kalteng
penanganan orangutan bergejala pernapasan dan aktivitas rehabilitasi di tengah ancaman karhutla Kalimantan Tengah. Foto Ist. Boss

PALANGKA RAYA, folitimes.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mengancam kesehatan orangutan. BOS Foundation mencatat 46 orangutan di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang konsisten dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pada saat bersamaan, tim medis masih merawat Novita, anak orangutan betina yang mengalami luka bakar. Tim gabungan menyelamatkan satwa berusia sekitar tiga hingga empat tahun itu dari kawasan karhutla di Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, pada 26 September 2026.

Dua kondisi tersebut memperlihatkan ancaman berbeda terhadap satwa dilindungi. Api dapat menyebabkan cedera langsung, sedangkan asap meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan.

Puluhan Orangutan Menunjukkan Gejala Gangguan Pernapasan

Dokumen BOS Foundation mencatat 46 orangutan mengalami batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung. Tim dokter hewan bersama petugas kesejahteraan satwa terus memantau kondisi mereka.

BOS Foundation menegaskan bahwa gejala pernapasan belum cukup untuk memastikan penyebab penyakit. Pemeriksaan medis tetap diperlukan sebelum tim menyimpulkan hubungan langsung antara gejala dan paparan asap.

Data tersebut penting karena karhutla dapat mengancam satwa meskipun api tidak menjangkau fasilitas rehabilitasi. Kualitas udara menjadi salah satu faktor yang harus terus mendapat perhatian.

Dalam perkembangan terpisah, Koordinator Dokter Yayasan BOS Nyaru Menteng, drh. Agus Fahroni, menyampaikan jumlah 47 orangutan yang teridentifikasi mengalami ISPA. Ia memberikan keterangan yang diberitakan dari Palangka Raya, Jumat (9/10/2026).

“Sekitar 47 orang utan memang teridentifikasi mengalami ISPA. Namun sejauh ini kondisinya masih relatif ringan dan dapat ditangani oleh tim medis kami,” ujar Agus.

Perbedaan angka 46 dalam dokumen dan 47 dalam keterangan tersebut membutuhkan konfirmasi waktu pembaruan. Redaksi tidak dapat memastikan apakah perubahan berasal dari penambahan kasus atau perbedaan waktu pencatatan.

Novita Bertahan di Tengah Kawasan Terbakar

Ancaman karhutla juga terlihat dari penyelamatan Novita. Tim menemukan anak orangutan itu pada 25 September 2026 ketika ia bertahan di atas pohon sengon.

Kawasan Katune saat itu mengalami kebakaran. Kondisi medan dan keberadaan api membuat proses penyelamatan berlangsung selama dua hari.

BKSDA Kalimantan Tengah, BOS Foundation, TNI AD, dan masyarakat bekerja sama dalam operasi tersebut. Tim akhirnya berhasil membawa Novita keluar dari kawasan berbahaya pada 26 September.

Pemeriksaan awal menemukan luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki. Tim menduga Novita sempat melewati tanah atau vegetasi yang masih membara sebelum memanjat pohon.

Dugaan tersebut merupakan hasil penilaian awal. Dokumen tidak menyatakan bahwa tim menyaksikan langsung bagaimana luka itu terjadi.

Luka Bakar Novita Membutuhkan Penanganan Intensif

karhutla kalteng
orangutan novita ketika terjebak di lokasi karhulta. foto ist. BOSF

Setelah mengevakuasi Novita, petugas segera memberikan bantuan oksigen dan memasang infus. Tim kemudian membawanya ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng.

Dokumen yang redaksi terima menegaskan bahwa pemulihan medis menjadi prioritas utama. Tim terus memantau kondisi kesehatan Novita dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan medisnya.

Perkembangan terbaru yang BOS Foundation publikasikan pada Sabtu (10/10/2026) memberikan gambaran lebih rinci. Lembaga tersebut melaporkan luka bakar Novita mencakup sekitar 20 persen tubuhnya.

BOS Foundation juga menjelaskan bahwa kerusakan jaringan pada kaki memerlukan tindakan medis lanjutan. Pada 2 Oktober, tim dokter melakukan amputasi bagian yang rusak pada empat jari kaki Novita.

Informasi tindakan tersebut berasal dari pembaruan resmi yang terbit setelah dokumen kondisi awal. Tim medis masih memantau luka, hasil pemeriksaan darah, respons pengobatan, dan risiko infeksi.

Sekolah Hutan Tetap Berjalan di Tengah Ancaman Asap

BOS Foundation menyebut kegiatan rehabilitasi di Nyaru Menteng masih berlangsung. Sekolah Hutan tetap menjalankan aktivitas hingga tujuh jam dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan.

Namun, tim akan mengevaluasi durasi kegiatan apabila kualitas udara memburuk. Kesehatan dan kesejahteraan orangutan menjadi pertimbangan utama.

Dalam dokumen tersebut, BOS Foundation mencatat 225 orangutan menjalani perawatan di Nyaru Menteng. Sementara itu, Samboja Lestari di Kalimantan Timur merawat 110 individu.

Total orangutan dalam perawatan kedua fasilitas mencapai 335 individu. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pengawasan kesehatan dan kesiapsiagaan selama musim karhutla.

Surutnya Sungai Memunculkan Ancaman Lain

Musim kemarau berkepanjangan juga memengaruhi kawasan pra-pelepasliaran orangutan. Penurunan muka air sungai dapat mengurangi fungsi aliran air sebagai penghalang alami.

Dalam kondisi normal, sungai membantu membatasi pergerakan orangutan dari pulau pra-pelepasliaran. Ketika air surut, beberapa orangutan berpotensi keluar dari kawasan tersebut.

BOS Foundation menyebut telah mengevakuasi sejumlah orangutan dan mengembalikannya ke Nyaru Menteng. Namun, dokumen yang redaksi terima tidak mencantumkan jumlah pasti individu.

Laporan resmi BOS Foundation pada September sebelumnya menyebut 11 orangutan telah kembali ke pusat rehabilitasi akibat kondisi tersebut. Angka itu merupakan data periode sebelumnya dan belum tentu mewakili keadaan terbaru.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman musim kering tidak terbatas pada api. Perubahan muka air juga dapat memengaruhi sistem pengelolaan dan keamanan kawasan rehabilitasi.

Tim Pemadam BOS Perkuat Pencegahan Kebakaran

BOS Foundation meningkatkan pemantauan titik panas melalui informasi satelit dan pemeriksaan lapangan. Tim juga menjalankan patroli pada kawasan rawan kebakaran.

Petugas memeriksa sekat bakar, batas kawasan, sumber air, dan infrastruktur pemadaman. Mereka menyiagakan personel serta peralatan sesuai tingkat ancaman di setiap lokasi.

Di Kalimantan Tengah, Fire Task Force BOS Foundation turut membantu pemadaman di sekitar Palangka Raya. Dukungan tersebut mencakup lokasi yang berjarak lebih dari 10 kilometer dari Nyaru Menteng.

Tim bekerja sama dengan BKSDA Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan, dan masyarakat. Langkah ini bertujuan mengurangi ancaman terhadap kawasan konservasi serta lingkungan sekitarnya.

Namun, dokumen belum memuat jumlah personel, kebutuhan anggaran, maupun luas seluruh wilayah patroli. Data tersebut diperlukan untuk menilai kecukupan sumber daya menghadapi kebakaran berkepanjangan.

Perlindungan Habitat Tak Cukup Mengandalkan Penyelamatan

Kasus Novita menunjukkan bahwa evakuasi merupakan langkah awal dalam penanganan satwa terdampak karhutla. Setelah penyelamatan, tim masih menghadapi kebutuhan perawatan dan rehabilitasi yang panjang.

Sementara itu, puluhan orangutan dengan gejala gangguan pernapasan memerlukan pemantauan berkelanjutan. Risiko kesehatan dapat muncul meskipun fasilitas rehabilitasi tidak terkena api secara langsung.

BOS Foundation menempatkan pencegahan kebakaran, deteksi dini, kualitas udara, dan perlindungan habitat sebagai prioritas. Langkah tersebut penting untuk mengurangi ancaman sebelum kebakaran menjangkau kawasan konservasi.

Persoalan berikutnya adalah memastikan kesiapsiagaan tetap berjalan ketika kemarau berlangsung panjang. Ketersediaan air, tenaga pemadam, dan fasilitas kesehatan satwa menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Bagi Novita, belum ada keputusan mengenai pelepasliaran. Tim medis masih memusatkan perhatian pada pemulihan luka dan kondisi kesehatannya.

Karhutla di Kalimantan Tengah memperlihatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat meninggalkan dampak panjang bagi satwa liar. Pencegahan kebakaran dan perlindungan habitat menjadi langkah mendasar agar kasus serupa tidak terus berulang.

✆
Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *