PALANGKA RAYA, FOLITIMES.ID — Kementerian Kehutanan melaporkan penurunan jumlah titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah menjadi 228 titik, dari 968 titik pada pemantauan sebelumnya. Data tersebut dimuat dalam siaran pers tanggal 22 September 2026, dengan pembaruan pemantauan 21 September pukul 21.10 WIB.
Secara nasional, jumlah titik panas pada pembaruan itu tercatat 688, turun 844 dibandingkan 1.532 titik sehari sebelumnya. Angka tersebut merupakan hasil deteksi pada waktu pemantauan tertentu, bukan jumlah kumulatif kebakaran selama musim kemarau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama jajaran BNPB memperkuat evaluasi pengendalian di Kalimantan Tengah. Penanganan lapangan tetap berjalan karena penurunan indikator satelit belum berarti seluruh dampak karhutla telah berakhir.
“Setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan,” demikian penegasan Kementerian Kehutanan dalam siaran pers tersebut.
Kabut asap masih memengaruhi aktivitas warga dan penerbangan. Rilis menyebut jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut pada pagi 21 September sempat mencapai sekitar 400 meter.
Pemantauan satelit perlu dibaca bersama hasil pemeriksaan lapangan. Perbedaan waktu pengamatan juga harus diperhatikan saat membandingkan angka titik panas dari laporan yang berbeda.
Sumber fakta dan kutipan: Kementerian Kehutanan. Naskah disusun ulang oleh Redaksi Folitimes berdasarkan sumber tersebut.
Gambar: ilustrasi buatan AI, bukan foto dokumentasi kejadian.














