BUNTOK, FOLITIMES.ID — Sekolah di Kalimantan Tengah diminta menempatkan keselamatan murid sebagai pertimbangan utama selama kabut asap dan ancaman kebakaran hutan serta lahan. Di saat yang sama, pembelajaran jarak jauh perlu dirancang agar siswa dengan keterbatasan sinyal tetap terjangkau.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyampaikan hal itu saat bertemu MKKS Buntok, Senin, 21 September 2026, menurut rilis resmi dinas tersebut.
“Saya dilema, jangan paksakan murid turun ke sekolah, karena risikonya banyak sekali,” ujar Reza.
Ia menyoroti risiko perjalanan dan paparan asap, sekaligus mengingatkan bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat mengganggu capaian belajar. Dalam salah satu kunjungannya ke Kelas Digital Huma Betang, hanya enam dari 36 murid mengikuti pembelajaran karena kendala jaringan.
Sekolah diminta mencari pola belajar yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Kendala akses perlu menjadi bahan penyesuaian, bukan dibiarkan membuat murid tertinggal.
Reza juga meminta lingkungan sekolah dibersihkan dari semak dan material mudah terbakar selama pembelajaran jarak jauh berlangsung. Arahan tersebut menggabungkan upaya menjaga keberlanjutan pendidikan dengan kesiapsiagaan terhadap karhutla.
Rilis ini tidak menetapkan tanggal seragam dimulainya kembali pembelajaran tatap muka.
Sumber fakta dan kutipan: Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Naskah disusun ulang oleh Redaksi Folitimes berdasarkan sumber tersebut.
Gambar: ilustrasi buatan AI, bukan foto dokumentasi kejadian.














