PALANGKA RAYA, folitimes.id — Sebuah rumah panggung yang digunakan sebagai tempat pengepul barang bekas di Jalan Pasendeng, Kota Palangka Raya, terbakar pada Sabtu (30/5/2026) siang. Rumah berbahan kayu itu dalam keadaan kosong saat api mulai membesar.
Saat kejadian, pemilik rumah disebut sedang keluar mencari barang bekas. Bangunan tersebut sehari-hari digunakan untuk menampung barang bekas, seperti kertas, kardus, plastik, dan sejumlah material lain yang mudah terbakar.
Petugas pemadam kebakaran Kota Palangka Raya, Sucipto, mengatakan api pertama kali diketahui warga ketika sudah membakar bagian dapur dan tengah rumah. Kobaran api kemudian cepat merambat hingga ke bagian atap bangunan.
“Menurut keterangan tetangga, api sudah melalap bagian dapur dan bagian tengah rumah. Api juga sudah merata sampai ke atap karena kobarannya sangat besar,” kata Sucipto.
Dari kondisi di lapangan, dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Sucipto menyebut, meski rumah dalam keadaan kosong, aliran listrik di dalam bangunan masih menyala. Salah satu peralatan elektronik yang masih terhubung dengan listrik adalah kulkas.
Banyaknya material bangunan yang didominasi dengan kayu membuat api lebih cepat menjalar. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya tumpukan barang bekas di dalam rumah. Kertas, kardus, dan plastik yang tersimpan di lokasi yang diduga membuat api semakin mudah membesar.
“Diduga akibat korsleting listrik. Ditambah adanya tumpukan kertas, kardus, dan plastik, membuat api cepat membesar,” ujarnya.
Puluhan relawan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Mereka berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak menyebar lebih luas ke area sekitar.
Api baru berhasil dikuasai setelah proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Upaya pemadaman berlangsung cukup sulit karena bangunan yang terbakar dipenuhi material mudah terbakar.
Kebakaran itu tidak sampai merembet ke banyak rumah warga. Lokasi bangunan yang relatif jauh dari permukiman padat ikut mengurangi risiko api menyebar lebih luas.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik masih menjadi keterangan awal berdasarkan kondisi di lokasi kejadian.
(Aby)















