KUALA KURUN, folitimes.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gunung Mas menggandeng Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Gunung Mas untuk memperkuat pengawasan partisipatif terhadap pemilih pemula.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Bawaslu Gunung Mas dan PC SAPMA Pemuda Pancasila Gunung Mas di Kantor Bawaslu Gunung Mas, Senin (8/6/2026).
Di atas kertas, MoU tersebut menjadi langkah formal untuk melibatkan organisasi kepemudaan dalam pengawasan demokrasi. Namun, tantangan sebenarnya berada setelah penandatanganan: bagaimana kerja sama itu diterjemahkan menjadi pendidikan politik yang konkret, terukur, dan tidak berhenti pada seremoni kelembagaan.
Pemilih pemula merupakan salah satu kelompok yang rentan dalam kontestasi elektoral. Minimnya pengalaman memilih, paparan informasi politik yang tidak selalu utuh, hingga potensi hoaks, politik uang, dan mobilisasi dukungan membuat kelompok muda perlu diberi pemahaman sejak awal tentang hak pilih dan mekanisme pengawasan.
Ketua PC SAPMA PP Gunung Mas, Mitra Tanjung, mengatakan kerja sama tersebut menjadi ruang bagi organisasi kepemudaan untuk ikut mendukung pengawasan pemilu yang dilakukan Bawaslu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Bawaslu Gunung Mas kepada SAPMA PP. Melalui MoU ini, kami dapat berpartisipasi secara nyata dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang berkualitas dan berintegritas,” ujar Mitra.
Menurut Mitra, sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu. Ia menilai keterlibatan anak muda penting agar pemilihan berjalan lebih jujur, adil, dan transparan.
Namun, partisipasi pemilih pemula tidak cukup hanya diukur dari kehadiran di tempat pemungutan suara. Lebih jauh, pemilih pemula perlu memahami bentuk-bentuk pelanggaran pemilu, cara mengenali praktik politik uang, penyebaran informasi menyesatkan, hingga jalur pelaporan jika menemukan dugaan pelanggaran.
Anggota Bawaslu Kabupaten Gunung Mas, Agus Praptomo Cahyo, menjelaskan kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pengawasan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pencegahan pelanggaran, dan pelaporan dugaan pelanggaran dalam tahapan pemilu maupun pemilihan berikutnya.
“Kolaborasi ini merupakan upaya merangkul potensi pemuda untuk turut mengawal pesta demokrasi sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu melalui keterlibatan organisasi kepemudaan,” kata Agus.
Agus menyebut ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif bagi Pemilih Pemula. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan kepemiluan, sekaligus memperluas sosialisasi pengawasan partisipatif kepada kelompok pemilih muda.
Bagi Bawaslu, keterlibatan organisasi kepemudaan dapat menjadi pintu masuk memperluas jangkauan pengawasan. Sebab, pengawasan pemilu tidak mungkin hanya bertumpu pada lembaga formal, terutama ketika dugaan pelanggaran bisa terjadi di ruang sosial, komunitas, lingkungan pendidikan, hingga media digital.
Di sisi lain, SAPMA PP juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kerja sama tersebut benar-benar dijalankan secara inklusif. Sosialisasi pemilih pemula seharusnya tidak hanya menyasar anggota organisasi, tetapi juga menjangkau pelajar, mahasiswa, komunitas muda, dan pemilih baru di berbagai wilayah Gunung Mas.
MoU ini juga menjadi ujian bagi Bawaslu Gunung Mas dalam membangun pengawasan yang lebih terbuka. Publik perlu mengetahui bentuk kegiatan, sasaran peserta, jadwal sosialisasi, materi pendidikan, serta mekanisme evaluasi agar kerja sama tidak hanya menjadi dokumen administratif.
Melalui kerja sama tersebut, SAPMA PP dan Bawaslu Gunung Mas menyatakan komitmen membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Komitmen itu diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut dalam kerja nyata untuk mencegah pelanggaran dan memperkuat kualitas pemilu di daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Gunung Mas Yepta H. Jinal, anggota Bawaslu Gunung Mas Agus Praptomo Cahyo dan Sukjani, anggota KPU Gunung Mas Suwarsono, Sugiono, dan Hardiman Nainggolan, staf Bawaslu, serta pengurus SAPMA Pemuda Pancasila Gunung Mas. Aby















