Penyerahan bantuan di Lapangan Sampuraga Lama, 6 Oktober 2026. Foto: Rdn/MMC Kalteng.
PANGKALAN BUN, folitimes.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan 7.500 paket bantuan pangan kepada masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa, 6 Oktober 2026. Pemerintah menggabungkan bantuan tersebut dengan BLT Huma Betang Sejahtera, layanan kesehatan, masker, vitamin dan distribusi air bersih.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyerahkan bantuan di Lapangan Sampuraga Lama, Pangkalan Bun. Penyaluran berlangsung ketika masyarakat juga menghadapi dampak kemarau dan asap kebakaran hutan dan lahan.
Bantuan Awal Bertambah 2.500 Paket
Data resmi Pemprov Kalteng mencatat alokasi awal bantuan pangan berjumlah 5.000 paket. Agustiar kemudian menambahkan 2.500 paket sehingga total bantuan mencapai 7.500 paket.
Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir dan 1 liter minyak goreng. Jumlah paket perlu dibandingkan dengan jumlah keluarga terdampak agar cakupan bantuan dapat dinilai objektif.
BLT Menjangkau 1.352 Penerima
Bantuan sebesar Rp250 ribu per keluarga penerima manfaat diberikan kepada 1.352 penerima yang tersebar pada lima kelurahan. Jika seluruh penerima memperoleh nominal tersebut, nilai BLT mencapai sekitar Rp338 juta.
Pemerintah perlu memastikan daftar keluarga mengikuti kondisi terkini agar bantuan tepat sasaran.
Lima Ribu Liter Air Bersih Disalurkan
Pemprov Kalteng juga membawa 5.000 liter air bersih. Masuknya air dalam rangkaian bantuan menunjukkan dampak musim kering tidak berhenti pada kebakaran lahan.
Masyarakat tetap membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara petugas karhutla membutuhkan sumber air untuk pemadaman.
Masker dan Vitamin Menyasar Dampak Asap
Pemerintah menggabungkan bantuan sosial dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Masker dan vitamin ikut dibagikan kepada masyarakat.
Puskesmas dan fasilitas kesehatan perlu mencatat perkembangan keluhan pernapasan agar pemerintah mengetahui apakah dampak kesehatan meningkat atau mulai mereda.
Kumai Mendapat Bantuan Terpisah
Distribusi berlanjut ke Kecamatan Kumai pada hari yang sama. Pemprov Kalteng menyalurkan 1.000 paket bantuan pangan kepada masyarakat Kumai bersama BLT KHBS, masker, vitamin dan dukungan kesehatan.
Kumai menjadi wilayah penting karena beberapa kali menghadapi karhutla lahan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan.
Bantuan Harus Dibaca Bersama Data Penerima
Jumlah paket penting, tetapi tidak cukup menjadi satu-satunya ukuran. Pemerintah perlu membandingkan jumlah penerima dengan populasi terdampak, keluarga miskin, lansia dan kelompok rentan.
Verifikasi menjadi semakin penting karena bantuan terdiri atas beberapa jenis dengan kelompok sasaran berbeda.
Setelah Seremoni, Pengawasan Harus Berlanjut
Pemprov dan Pemkab perlu mencatat stok bantuan tersisa, kebutuhan air, kondisi kesehatan dan perkembangan karhutla. Keterbukaan data akan membantu masyarakat melihat apakah 7.500 paket benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan.














