Spanyol Rebut Puncak FIFA, Maroko Bayangi Brasil Ketat

Juara dunia naik ke posisi pertama, Maroko tertinggal hanya 0,93 poin dari Brasil

Rangking piala dunia
Ilustrasi Spanyol memimpin ranking FIFA di atas Argentina, Prancis, Inggris, Brasil, dan Maroko setelah Piala Dunia 2026.
JAKARTA, folitimes.id – Spanyol tidak hanya pulang dari Piala Dunia 2026 dengan trofi. La Roja juga merebut posisi pertama ranking FIFA dari Argentina.

FIFA mengumumkan perubahan tersebut pada Senin, 20 Juli 2026. Pembaruan itu menghitung 105 pertandingan internasional, termasuk 104 laga Piala Dunia.

Spanyol mengumpulkan sekitar 1.996 poin setelah menundukkan Argentina 1-0 pada final. Gol penentu lahir dalam babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium.

Namun, perubahan besar tidak hanya terjadi di puncak. Maroko kini menempel Brasil dengan selisih hanya 0,93 poin.

Jarak tipis itu membuka persaingan baru. Satu hasil buruk dapat menjatuhkan Brasil dari lima besar dunia.

Spanyol Menggeser Argentina

Spanyol naik satu tingkat setelah menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya. Argentina turun ke posisi kedua setelah gagal mempertahankan gelar.

La Roja memperoleh tambahan 121,17 poin sepanjang periode terbaru. FIFA mencatat angka itu sebagai kenaikan poin terbesar dalam pembaruan Juli 2026.

Kenaikan Poin Spanyol

Pembaruan ranking FIFA 20 Juli 2026

TAMBAHAN POIN
+121,17
POSISI TERBARU
Peringkat 1

Spanyol mencatat kenaikan poin terbesar dan mengambil alih puncak ranking FIFA.

Kemenangan pada final memperbesar keuntungan Spanyol. FIFA memberi bobot tinggi terhadap pertandingan Piala Dunia, terutama laga fase gugur.

Kekuatan lawan juga memengaruhi perubahan poin. Karena itu, kemenangan atas tim berperingkat tinggi menghasilkan dampak lebih besar.

Argentina tetap memiliki 1.970,37 poin. Namun, kekalahan pada final membuat La Albiceleste kehilangan puncak yang mereka kuasai sejak April 2026.

Spanyol kini unggul sekitar 25 poin atas Argentina. Jarak tersebut belum cukup aman untuk menjamin dominasi jangka panjang.

Bukan Kembali Setelah Satu Dekade

Pencapaian Spanyol memang penting, tetapi bukan penantian selama lebih dari sepuluh tahun. La Roja sudah menduduki posisi pertama pada awal 2026.

Argentina kemudian mengambil alih puncak pada April. Spanyol hanya membutuhkan beberapa bulan untuk merebutnya kembali.

Koreksi sejarah ini penting karena menunjukkan persaingan yang sangat dinamis. Pergantian posisi tidak terjadi setelah kevakuman panjang.

Gelar Piala Dunia memberi Spanyol bintang kedua. Mereka sebelumnya menjuarai turnamen tersebut pada 2010 di Afrika Selatan.

Kini, Spanyol memegang dua status sekaligus. Mereka menjadi juara dunia dan pemimpin ranking FIFA.

Sepuluh Besar Ranking FIFA

Pembaruan FIFA mengubah susunan papan atas setelah Piala Dunia 2026. Spanyol naik, sedangkan Argentina kehilangan posisi pertama.

Brasil dan Maroko sama-sama naik satu tingkat. Portugal justru turun dua posisi setelah terhenti pada babak 16 besar.

Ranking FIFA Putra per 20 Juli 2026
PosisiTimPoinPerubahan
1Spanyol±1.996▲ Naik 1
2Argentina1.970,37▼ Turun 1
3Prancis1.948,97● Tetap
4Inggris1.922,83● Tetap
5Brasil1.804,92▲ Naik 1
6Maroko
Hanya 0,93 poin dari Brasil
1.803,99▲ Naik 1
7Portugal1.787,85▼ Turun 2
8Belgia1.778,36▲ Naik 1
9Belanda1.775,54▼ Turun 1
10Meksiko1.754,30▲ Naik 4

Sumber: FIFA/Coca-Cola Men’s World Ranking, pembaruan 20 Juli 2026.

Brasil dan Maroko Terpisah Kurang Satu Poin

Brasil menempati posisi kelima dengan 1.804,92 poin. Maroko menguntit pada posisi keenam dengan 1.803,99 poin.

Persaingan Brasil dan Maroko
TimPoinJarak
🇧🇷 Brasil1.804,920,93 poin
Sangat tipis
🇲🇦 Maroko1.803,99

Selisih tersebut sangat kecil dalam sistem ranking FIFA. Satu kemenangan Maroko dapat mengubah susunan lima besar.

Sebaliknya, satu hasil buruk dapat membuat Brasil turun. Posisi kelima tidak lagi memberikan jarak aman bagi Selecao.

Kenaikan Maroko juga menandai penguatan tim Afrika di papan atas. Mereka mampu menjaga daya saing setelah mencatat perjalanan kuat dalam turnamen besar.

Namun, posisi keenam tidak lahir hanya dari satu kompetisi. FIFA menghitung hasil pertandingan secara berkelanjutan melalui sistem penambahan dan pengurangan poin.

Maroko harus mempertahankan hasil saat menghadapi lawan kuat. Kekalahan dari tim dengan ranking lebih rendah dapat menghapus keuntungan mereka.

Brasil Naik Tanpa Melaju Paling Jauh

Brasil naik satu tingkat ke posisi kelima meski tidak mencapai fase akhir turnamen. Pergerakan itu menunjukkan bahwa ranking bersifat relatif.

Sebuah tim dapat naik karena mendapat poin. Tim juga dapat bergerak karena pesaing di atasnya kehilangan angka lebih besar.

Portugal turun dari posisi kelima ke posisi ketujuh. Penurunan tersebut membuka jalan bagi Brasil dan Maroko.

Karena itu, perubahan ranking tidak selalu menggambarkan pencapaian turnamen secara langsung. Sistem mengukur hasil aktual, bobot pertandingan, dan kekuatan lawan.

Brasil tetap menghadapi persoalan serius. Jaraknya dari empat besar mencapai lebih dari 117 poin, sedangkan Maroko berada tepat di belakangnya.

Dengan kondisi itu, Brasil lebih dekat menuju posisi keenam daripada mengejar Inggris. Persaingan Selecao saat ini justru datang dari Maroko.

Inggris Menambah Poin, tetapi Tidak Naik

Inggris menutup Piala Dunia 2026 pada posisi ketiga. Hasil tersebut menambah poin, tetapi tidak mengubah peringkatnya.

The Three Lions tetap berada di posisi keempat dengan 1.922,83 poin. Mereka berada di bawah Prancis yang mengumpulkan 1.948,97 poin.

Selisih kedua tim mencapai 26,14 poin. Inggris membutuhkan rangkaian kemenangan untuk mengambil posisi ketiga.

Pencapaian pada Piala Dunia tetap memperkuat posisi Inggris. Mereka memperlebar jarak dari Brasil menjadi lebih dari 117 poin.

FIFA mencatat Argentina, Inggris, Prancis, dan Spanyol masing-masing memainkan delapan pertandingan. Jumlah laga yang sama memudahkan pembaca membandingkan hasil mereka.

Namun, jumlah pertandingan tidak menentukan poin sendirian. Mutu lawan dan hasil aktual memberi dampak berbeda pada setiap tim.

Meksiko Melompat Empat Posisi

Meksiko mencatat kenaikan terbesar di dalam sepuluh besar. El Tri naik empat tingkat dan menempati posisi kesepuluh.

Meksiko terakhir kali masuk sepuluh besar pada Maret 2022. Mereka membutuhkan lebih dari empat tahun untuk kembali.

Status tuan rumah tidak otomatis memberikan tambahan poin. Meksiko mendapat angka dari hasil pertandingan selama turnamen.

Kenaikan itu sekaligus mendorong Jerman keluar dari sepuluh besar. Jerman turun dua tingkat ke posisi ke-12.

Perubahan tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di papan tengah. Satu turnamen besar dapat memindahkan beberapa tim sekaligus.

Norwegia Membuat Lompatan Terbesar

Norwegia mencatat kenaikan peringkat paling besar dalam pembaruan ini. Mereka melompat 12 tingkat menuju posisi ke-19.

Posisi tersebut menjadi pencapaian terbaik Norwegia sejak Agustus 2011. Perjalanan hingga perempat final memberi mereka tambahan poin besar.

Swiss juga naik lima tingkat ke posisi ke-15. Mereka memperoleh keuntungan setelah menembus delapan besar.

Negara lain yang mencatat kemajuan meliputi Mesir, Paraguay, Republik Demokratik Kongo, Afrika Selatan, dan Ghana.

Sebaliknya, Tunisia turun 12 posisi. Panama kehilangan sepuluh tingkat setelah menjalani periode yang buruk.

Pergerakan itu menunjukkan luasnya dampak Piala Dunia. Perubahan tidak hanya terjadi pada negara yang memperebutkan trofi.

Ranking Tidak Hanya Menghitung Gelar

Ranking FIFA menggunakan sistem penambahan dan pengurangan poin. Gelar juara tidak langsung menghasilkan angka tetap.

Faktor Perhitungan Ranking FIFA
⚽ HasilMenang, seri, kalah, atau hasil melalui adu penalti.
🏆 Bobot LagaPiala Dunia memberi pengaruh lebih besar daripada pertandingan persahabatan.
📊 Kekuatan LawanKemenangan atas tim kuat dapat menghasilkan tambahan poin lebih besar.
🎯 Hasil AktualFIFA membandingkan hasil pertandingan dengan perkiraan sistem.
🔢 Poin AwalPosisi setiap tim sebelum pertandingan memengaruhi perubahan poin.

Pertandingan persahabatan memiliki bobot lebih rendah. Laga Piala Dunia membawa pengaruh paling besar.

Karena itu, kemenangan atas tim kuat dalam fase gugur memberi dampak besar. Spanyol mendapatkan keuntungan dari rangkaian hasil melawan lawan papan atas.

Ranking juga tidak identik dengan gelar juara. Sebuah negara dapat mengangkat trofi tanpa langsung memimpin peringkat.

Hal itu dapat terjadi ketika jarak poin sebelum turnamen terlalu lebar. Dalam kasus Spanyol, rangkaian kemenangan cukup untuk menutup selisih dengan Argentina.

Puncak Belum Menjamin Dominasi

Spanyol kini memimpin, tetapi pekerjaan mereka belum selesai. Argentina, Prancis, dan Inggris masih berada dalam jarak yang dapat dikejar.

La Roja harus menjaga konsistensi setelah pesta juara berakhir. Kekalahan pada pertandingan berikutnya dapat mengurangi keunggulan.

Argentina juga belum kehilangan daya saing. Tim tersebut tetap mencapai final dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Persaingan berikutnya akan bergerak melalui pertandingan internasional setelah turnamen. FIFA baru memperbarui ranking lagi pada 7 Oktober 2026.

Hasil selama periode itu dapat memperlebar atau mempersempit jarak. Spanyol harus membuktikan bahwa puncak ranking bukan sekadar dampak sesaat dari Piala Dunia.

Sementara itu, pertarungan Brasil dan Maroko justru lebih rapat. Selisih 0,93 poin membuat posisi kelima dapat berpindah hanya melalui satu pertandingan.

Sumber:

FIFA/Coca-Cola Men’s World Ranking

Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

iklan Siap Pasang
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *