Dokumentasi petugas melakukan pemadaman karhutla dari publikasi Kementerian Kehutanan, 22 Oktober 2026. Foto: Kementerian Kehutanan. Foto konteks operasi pemadaman, bukan kunjungan Andina Narang pada 20 Oktober.
- Relawan Menjaga Permukiman dari Ancaman Api
- Bantuan Logistik dan Perlengkapan Kesehatan
- Perlindungan Pernapasan Perlu Mendapat Perhatian
- Petuk Katimpun Menjadi Titik Pemantauan
- Kelurahan Mengapresiasi Dukungan
- Bantuan Tidak Boleh Berhenti pada Kunjungan
- Perlindungan Relawan Memerlukan Standar
- Pencegahan Kebakaran Tetap Menjadi Prioritas
- Keselamatan Petugas Menjadi Ukuran Keberhasilan
PALANGKA RAYA, folitimes.id – Relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus menghadapi risiko kesehatan saat berupaya melindungi permukiman warga. Di tengah kabut asap pekat, kebutuhan perlengkapan, logistik, dan dukungan operasional menjadi perhatian.
Anggota Komisi I DPR RI Andina Theresia Narang meninjau Posko Induk Karhutla Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa (20/10/2026), sementara keterangan kegiatan terbit pada Kamis (22/10/2026).
Andina menyerahkan bantuan sembako, vitamin, susu, dan masker. Namun, dukungan sesaat belum menjawab seluruh kebutuhan perlindungan relawan selama operasi pemadaman.
Relawan Menjaga Permukiman dari Ancaman Api
Relawan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di sekitar permukiman.
Mereka membantu pemadaman dan mencegah api menjalar ke kawasan tempat tinggal masyarakat.
Pekerjaan tersebut menuntut kesiapan fisik, peralatan, dan koordinasi dengan petugas terkait.
Andina menyampaikan apresiasi kepada relawan saat mengunjungi posko di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Selasa (20/10/2026).
“Mereka sangat luar biasa,” kata Andina Theresia Narang, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.
Ia menilai keterlibatan warga menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan permukiman.
Namun, keberanian relawan harus mendapat dukungan sistem keselamatan yang memadai.
Bantuan Logistik dan Perlengkapan Kesehatan
Dalam kunjungan tersebut, Andina menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan dasar.
Bantuan mencakup sembako, vitamin, susu, dan masker.
Andina juga meninjau pemanfaatan mesin pompa air atau alkon yang sebelumnya telah disalurkan.
Menurut keterangannya, bantuan tersebut bertujuan menjaga kondisi relawan selama menjalankan tugas.
Perlengkapan dan logistik menjadi kebutuhan penting ketika operasi berlangsung dalam waktu panjang.
Namun, bantuan pangan dan vitamin tidak menggantikan perlindungan terhadap paparan asap.
Relawan tetap membutuhkan pengendalian risiko sesuai kondisi lapangan.
Perlindungan Pernapasan Perlu Mendapat Perhatian
Asap kebakaran mengandung partikel yang dapat mengganggu kesehatan.
Paparan berulang menjadi perhatian bagi petugas yang bekerja dekat lokasi kebakaran.
Masker biasa belum tentu memberikan perlindungan memadai terhadap partikel halus.
Jenis perlindungan harus mengikuti tingkat paparan dan karakter pekerjaan.
Petugas juga membutuhkan pengaturan waktu kerja, istirahat, dan akses pemeriksaan kesehatan.
Namun, belum tersedia data resmi dalam sumber kegiatan mengenai jenis alat pelindung pernapasan yang digunakan seluruh relawan Petuk Katimpun.
Kondisi tersebut perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut sebelum redaksi menyimpulkan kecukupan perlindungan.
Petuk Katimpun Menjadi Titik Pemantauan
Kunjungan Andina ke Petuk Katimpun merupakan bagian dari kegiatan reses dan pemantauan karhutla.
Sebelumnya, ia juga mengunjungi sejumlah wilayah di Kapuas, Sukamara, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan perhatian terhadap relawan di beberapa lokasi terdampak.
Namun, setiap posko dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.
Jumlah petugas, kondisi lahan, akses air, dan jarak menuju fasilitas kesehatan turut menentukan kebutuhan operasional.
Karena itu, bantuan perlu mengikuti hasil pemeriksaan lapangan.
Kelurahan Mengapresiasi Dukungan
Lurah Petuk Katimpun, Brita, menyambut bantuan yang diberikan kepada relawan.
Ia menilai perhatian tersebut membantu menjaga semangat petugas dalam menjalankan operasi.
Dukungan masyarakat dan pemerintah kelurahan menjadi bagian dari koordinasi penanganan karhutla.
Namun, kerja sama perlu memiliki pembagian tugas yang jelas.
Relawan harus mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan, peralatan, dan penanganan keadaan darurat.
Kepastian tersebut penting ketika petugas menghadapi kebakaran yang sulit dijangkau.
Bantuan Tidak Boleh Berhenti pada Kunjungan
Kegiatan penyerahan bantuan sering mendapat perhatian publik.
Namun, kebutuhan relawan tidak selalu berakhir setelah kunjungan pejabat selesai.
Peralatan dapat mengalami kerusakan. Persediaan logistik juga terus berkurang selama operasi berlangsung.
Karena itu, pemerintah perlu membangun mekanisme pencatatan kebutuhan secara berkala.
Pendataan harus mencakup kondisi alat, persediaan air, perlengkapan keselamatan, dan kesehatan petugas.
Dengan sistem tersebut, bantuan dapat mengikuti kebutuhan nyata.
Perlindungan Relawan Memerlukan Standar
Relawan membantu negara menghadapi bencana yang berdampak luas.
Namun, keterlibatan sukarela tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka.
Pemerintah daerah perlu memastikan adanya pengarahan keselamatan sebelum petugas memasuki lokasi kebakaran.
Pelatihan penggunaan alat, komunikasi lapangan, dan prosedur evakuasi juga membutuhkan perhatian.
Selain itu, pemerintah perlu menjelaskan bentuk perlindungan ketika relawan mengalami kecelakaan atau gangguan kesehatan saat bertugas.
Belum ada informasi terverifikasi dalam laporan kunjungan mengenai cakupan jaminan bagi seluruh relawan di posko tersebut.
Pencegahan Kebakaran Tetap Menjadi Prioritas
Andina mengajak masyarakat mencegah munculnya titik api baru.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
Pencegahan membantu mengurangi beban operasi pemadaman.
Namun, tanggung jawab pengendalian karhutla tidak dapat hanya bergantung pada relawan dan kesadaran warga.
Pemerintah harus memperkuat pengawasan lahan, kesiapan sarana, serta penegakan hukum.
Tanpa langkah tersebut, relawan berpotensi terus menghadapi kebakaran berulang.
Keselamatan Petugas Menjadi Ukuran Keberhasilan
Bantuan kepada relawan Petuk Katimpun menjadi dukungan bagi petugas yang bekerja di tengah kondisi sulit.
Namun, keberhasilan penanganan karhutla harus mencakup keselamatan orang-orang yang memadamkan api.
Pemerintah perlu memastikan ketersediaan perlengkapan, layanan kesehatan, dan dukungan operasional secara berkelanjutan.
Perhatian terhadap relawan seharusnya tidak berhenti pada dokumentasi penyerahan bantuan.
Keselamatan mereka harus menjadi bagian dari perencanaan dan evaluasi setiap operasi.


