Kabut Asap Sampit Kian Pekat, Pemadaman Gambut Terkendala

Kebakaran lahan yang belum terkendali memicu asap tebal, sementara kondisi gambut menyulitkan pemadaman.

Dokumentasi: Kabut Asap Sampit Kian Pekat, Pemadaman Gambut Terkendala
Dokumentasi rapat penanganan karhutla, 18 Oktober 2026. Foto: Diskominfo Kotim.

SAMPIT, folitimes.id/ – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berlangsung memperburuk kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengakui sejumlah faktor menyebabkan asap semakin pekat. Titik kebakaran baru, perubahan arah angin, dan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan dalam operasi pemadaman.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan karhutla. Sebab, pemadaman di permukaan belum tentu menghentikan bara yang masih tersimpan dalam lapisan gambut.

Bupati Jelaskan Penyebab Asap Semakin Pekat

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menjelaskan bahwa kebakaran lahan masih menjadi penyebab utama kabut asap di Sampit.

Dalam keterangannya di Sampit, Jumat (23/10/2026), sebagaimana diberitakan ANTARA Kalteng, Halikinnor mengaitkan kondisi asap dengan munculnya titik api baru dan perubahan arah angin.

Angin dapat membawa asap dari lokasi kebakaran menuju kawasan permukiman. Akibatnya, masyarakat tetap merasakan polusi meskipun sumber api berada di luar pusat kota.

Halikinnor juga menyoroti kondisi lahan gambut yang menyulitkan petugas memadamkan kebakaran secara menyeluruh.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa persoalan asap tidak cukup diselesaikan melalui pemadaman api yang terlihat di permukaan.

Hujan Ringan Belum Menjamin Api Padam

Hujan ringan sempat turun di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan kebakaran gambut berhenti.

Lapisan gambut dapat menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Api kemudian menjalar melalui material organik yang mengering.

Ketika kondisi kembali panas dan berangin, kebakaran dapat muncul lagi di lokasi yang sebelumnya terlihat aman.

Situasi ini menuntut petugas melakukan pembasahan hingga mencapai lapisan gambut yang terbakar.

Pemeriksaan ulang lokasi juga penting untuk memastikan tidak ada bara tersisa.

Kebakaran Gambut Menjadi Tantangan Utama

Lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dari tanah mineral.

Ketika gambut kehilangan kelembapan, material organiknya menjadi mudah terbakar. Api bahkan dapat bergerak melalui lapisan bawah tanah.

Petugas membutuhkan pasokan air yang cukup untuk membasahi area kebakaran secara menyeluruh.

Keterbatasan akses dan jarak sumber air dapat memperlambat operasi pemadaman.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa kebakaran gambut sering membutuhkan penanganan lebih lama.

Namun, pemerintah tetap perlu membuka informasi mengenai lokasi kebakaran yang sudah padam dan wilayah yang masih memiliki bara aktif.

Aktivitas Masyarakat Terancam Gangguan Asap

Kabut asap yang semakin pekat berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat Sampit.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan termasuk kelompok yang memerlukan perlindungan tambahan.

Paparan partikel halus dalam asap dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.

Namun, tingkat bahaya pada waktu tertentu harus mengacu pada pengukuran kualitas udara yang terverifikasi.

Pemerintah perlu menyampaikan perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara atau konsentrasi PM2,5 secara berkala.

Informasi tersebut dapat membantu warga menentukan langkah perlindungan sesuai kondisi aktual.

Data Kualitas Udara Perlu Terbuka

Kabut yang terlihat pekat tidak otomatis memberikan ukuran pasti mengenai tingkat pencemaran udara.

Pengukuran membutuhkan alat pemantauan yang dapat mencatat konsentrasi polutan.

Karena itu, pemerintah perlu menyediakan informasi kualitas udara yang mudah diakses masyarakat.

Data tersebut juga penting untuk menentukan kebijakan sekolah, aktivitas luar ruangan, dan perlindungan kelompok rentan.

Tanpa pengukuran yang terbuka, masyarakat kesulitan mengetahui perubahan tingkat risiko dari waktu ke waktu.

Pemadaman Harus Menjangkau Sumber Kebakaran

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus menghadapi tantangan kebakaran lahan.

Namun, operasi pemadaman membutuhkan evaluasi berdasarkan hasil di lapangan.

Jumlah personel dan kendaraan pemadam bukan satu-satunya indikator keberhasilan.

Pemerintah juga perlu mengukur luas lahan yang benar-benar bebas dari bara serta jumlah kebakaran yang kembali muncul.

Evaluasi tersebut dapat membantu menentukan wilayah yang membutuhkan tambahan peralatan dan sumber air.

Pencegahan Kebakaran Berulang Perlu Diperkuat

Selain pemadaman, pemerintah perlu memperkuat pengawasan kawasan rawan kebakaran.

Pemantauan titik panas, patroli, dan pengawasan aktivitas pembukaan lahan menjadi bagian penting dalam pencegahan.

Namun, titik panas satelit tidak selalu menunjukkan kebakaran yang telah terkonfirmasi.

Petugas tetap membutuhkan verifikasi lapangan sebelum menentukan penyebab dan tindakan penanganan.

Penegakan hukum juga harus berdasarkan bukti, bukan sekadar lokasi kemunculan titik panas.

Sampit Membutuhkan Kepastian Pemulihan Udara

Masyarakat Sampit kembali menghadapi ketidakpastian akibat kabut asap.

Penjelasan mengenai faktor penyebab penting, tetapi masyarakat juga membutuhkan hasil nyata dari operasi pemadaman.

Pemerintah perlu menyampaikan perkembangan kebakaran, kualitas udara, dan langkah perlindungan kesehatan secara terbuka.

Selama bara gambut masih aktif, kabut asap berpotensi kembali menyelimuti Sampit. Keberhasilan penanganan harus terlihat dari berkurangnya sumber kebakaran dan membaiknya udara yang dihirup masyarakat.

✆
Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026 - Dr. Agustan Saining, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding