PALANGKA RAYA, folitimes.id – Genangan air yang sempat masuk ke dalam Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya, mulai membuka persoalan lain di balik sistem drainase kawasan pelayanan publik. Pemerintah Kota Palangka Raya menyebut kejadian itu bukan semata akibat curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu saluran air yang tersumbat sampah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026). Video yang beredar di media sosial memperlihatkan air tiba-tiba masuk ke area dalam puskesmas. Kondisi itu sempat mengejutkan petugas kesehatan dan pengunjung yang berada di lokasi.
Pemerintah Kota Palangka Raya kemudian memberikan penjelasan resmi melalui konferensi pers pada Senin (2/2/2026). Penjelasan disampaikan Juru Bicara Pemko Palangka Raya, Sahdin Hasan, didampingi Kepala Puskesmas Menteng H Sugito, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan, serta Kepala Bidang Informasi Kominfo Pemko Palangka Raya Andi Silalahi.
Sahdin mengatakan, curah hujan tinggi memang membuat debit air meningkat di saluran drainase sekitar Puskesmas Menteng. Namun, setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan adanya tumpukan sampah kulit buah papaken, sejenis durian, yang menyumbat saluran air di kawasan Jalan Temanggung Tilung.
“Jalan Temanggung Tilung 8 tak jauh dari puskesmas sudah kami cek. Ada tumpukan sampah bekas kulit buah papaken sejenis durian yang menghambat saluran air di lokasi tersebut, apalagi di situ ada pohon papaken,” kata Sahdin.
Temuan itu menunjukkan genangan di fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya disebabkan faktor cuaca. Persoalan kebersihan lingkungan dan kelancaran drainase ikut menjadi penyebab utama air tidak dapat mengalir normal.
Akibat saluran yang tersumbat, pembuangan air hujan dari pipa puskesmas tidak berjalan lancar. Air kemudian naik dan masuk ke bagian dalam bangunan Puskesmas Menteng. Meski genangan disebut tidak berlangsung lama, kejadian itu menimbulkan kepanikan karena terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sahdin menegaskan, titik penyumbatan sudah dibersihkan dan aliran air telah kembali lancar. Pemerintah juga menyebut saluran pipa di lingkungan puskesmas telah dibenahi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Insyaallah, salurannya sudah tidak mampet lagi dan perpipaan di puskesmas juga semuanya sudah dibenahi,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyebut pembenahan dilakukan terhadap saluran pipa pembuangan air hujan dan drainase yang sebelumnya mengganggu aliran air. Menurutnya, perbaikan dilakukan secara menyeluruh setelah kejadian tersebut.
“Setelah kejadian itu, semua dilakukan pembenahan, termasuk pipa saluran air hujan dan drainase yang mengganggu jalannya air juga telah dibenahi. Insyaallah jika hujan, puskesmas tak lagi tergenang air,” kata Riduan.
Namun, kasus ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan dasar yang seharusnya memiliki sistem drainase aman, terutama saat hujan deras. Genangan air di area layanan kesehatan berpotensi mengganggu pelayanan, kebersihan, hingga kenyamanan pasien.
Riduan juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke saluran drainase. Ia menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar, termasuk memicu genangan di jalan maupun bangunan publik.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Menteng, H Sugito, memastikan saluran pembuangan air dan pipa penyalur air hujan telah diperbaiki. Ia menyatakan pembenahan sudah dilakukan agar air tidak kembali masuk ke dalam bangunan.
“Saya jamin semuanya sudah dibenahi dan Insyaallah tidak akan lagi terjadi genangan air masuk ke dalam bangunan Puskesmas Menteng ini,” kata Sugito.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan banjir kecil di kawasan perkotaan tidak selalu berdiri sendiri. Curah hujan tinggi, drainase tersumbat, sampah, dan kesiapan infrastruktur bangunan publik saling berkaitan.
Publik kini menunggu apakah pembenahan yang dilakukan benar-benar mampu mencegah kejadian serupa, terutama saat Palangka Raya kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi.















