Dokumentasi penyaluran air bersih di Pangkalan Satu, Kumai. Foto: Ist/MMC Kalteng.
PALANGKA RAYA, folitimes.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengirim air bersih ketika musim kering menekan sumber air masyarakat di sejumlah daerah. Hingga akhir September, volume distribusi telah menembus 4,7 juta liter dan terus bertambah memasuki awal Oktober 2026.
Distribusi Menembus 4,7 Juta Liter
Data pemerintah menunjukkan penyaluran air bersih mencapai 4.762.150 liter hingga 28 September 2026. Pada hari itu saja, distribusi mencapai sekitar 324.600 liter dan menjangkau berbagai daerah.
Kotim Membutuhkan Pasokan Tambahan
Di Kotawaringin Timur, air bersih dikirim ke Cempaga, Kota Besi, Baamang dan Telawang. Bantuan bergerak bersama paket pangan, masker, vitamin serta bantuan tunai bagi masyarakat terdampak karhutla.
Seruyan Terima 10.800 Liter
Kabupaten Seruyan menerima tambahan 10.800 liter air bersih pada 4 Oktober 2026. Pasokan tersebut dibagi sebanyak 2.000 liter untuk Seruyan Raya, 4.800 liter untuk Danau Seluluk dan 4.000 liter untuk Hanau.
Distribusi Tangki Belum Menjadi Solusi Permanen
Pengiriman menggunakan mobil tangki efektif untuk kondisi darurat, tetapi tidak menyelesaikan sumber persoalan. Daerah yang setiap kemarau kembali meminta air membutuhkan intervensi infrastruktur lebih permanen.
Data Cuaca Menunjukkan Kondisi Masih Kering
BMKG memperkirakan atmosfer Indonesia pada awal Oktober masih relatif kering meskipun hujan lebat tetap berpotensi terjadi di sebagian wilayah. Ribuan titik pengamatan juga mencatat Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem panjang.
Air tangki dapat menjaga kebutuhan warga hari ini, tetapi ketahanan air Kalimantan Tengah baru terbentuk ketika masyarakat tidak lagi harus menunggu bantuan setiap musim kemarau.
Sumber: mmc.kalteng.go.id, mmc.kalteng.go.id, www.bmkg.go.id.














