BUNTOK, FOLITIMES.ID — Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mendorong sekolah mengembangkan kegiatan produktif untuk mendukung kebutuhan operasional. Pengolahan sampah plastik menjadi energi disebut sebagai salah satu gagasan yang sedang dicoba di lingkungan sekolah kejuruan.
Arahan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Senin, 21 September 2026, sebagaimana dimuat dalam rilis Dinas Pendidikan Kalteng.
“Saya ingin sekolah mandiri, punya usaha dan bisa membiayai operasional sekolah,” ujar Reza.
Menurut penjelasannya, sebuah SMK menjadi tempat percontohan pemanfaatan plastik melalui proses pengolahan menjadi gas. Gagasan tersebut dikaitkan dengan pembelajaran keterampilan sekaligus pencarian sumber pendukung kegiatan sekolah.
Keterangan itu masih berupa dorongan pengembangan usaha dan contoh percobaan. Rilis belum menyajikan hasil pengujian emisi, rincian biaya produksi, ataupun besaran pendapatan yang diperoleh sekolah.
Karena itu, potensi ekonomi yang disampaikan tidak dapat dibaca sebagai kepastian keuntungan. Pengembangan lebih lanjut memerlukan penilaian teknis dan pengelolaan yang sesuai dengan fungsi pendidikan.
Pesan utama dalam pertemuan tersebut adalah membuka ruang kreativitas sekolah agar keterampilan yang diajarkan dapat terhubung dengan kegiatan produktif yang terencana.
Sumber fakta dan kutipan: Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Naskah disusun ulang oleh Redaksi Folitimes berdasarkan sumber tersebut.
Gambar: ilustrasi buatan AI, bukan foto dokumentasi kejadian.














