Dari Pedalaman Katingan, Siswa Menembus Gerbang Perguruan Tinggi

Prestasi siswa membuka harapan sekaligus menguji pemerataan fasilitas pendidikan hingga wilayah terpencil Kalteng

Sekolah
siswa pedalaman Katingan meraih peluang kuliah dengan dukungan guru serta akses pembelajaran digital.

KATINGAN, folitimes.id – Jarak dari pusat kota tidak menghentikan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei mengejar perguruan tinggi. Mereka menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026.

Kabar kelulusan itu muncul pada awal April 2026. Para siswa berhasil masuk beberapa program studi di Universitas Palangka Raya.

Pilihan mereka mencakup Teknik Informatika, Pendidikan Biologi, Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Arsitektur, dan Kedokteran. Siswa lain juga masuk program kesehatan di Poltekkes Palangka Raya dan Poltekkes Banjarmasin.

Capaian tersebut membawa harapan bagi keluarga di wilayah pedalaman. Namun, prestasi beberapa anak belum otomatis membuktikan seluruh siswa telah menerima akses pendidikan yang setara.

Keberhasilan mereka justru membuka pertanyaan lebih besar. Apakah fasilitas, internet, biaya sekolah, dan pendampingan telah menjangkau semua anak pedalaman?

Prestasi Tumbuh dari Keterbatasan

Sanaman Mantikei berada di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kondisi geografis membuat perjalanan, konektivitas, dan layanan publik menghadapi tantangan berbeda dari wilayah perkotaan.

Sekolah di pedalaman tidak hanya berhadapan dengan materi pembelajaran. Mereka juga harus menjaga ketersediaan guru, listrik, perangkat belajar, dan akses internet.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah siswa SMAN 1 Sanaman Mantikei berhasil masuk perguruan tinggi tanpa tes. SNBP menilai rekam prestasi dan konsistensi belajar selama masa sekolah.

Kepala SMAN 1 Sanaman Mantikei, Kristoni, mengumumkan capaian itu belum lama ini. Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan kemampuan anak-anak pedalaman.

“Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi,” kata Kristoni.

Ia menyebut ketekunan siswa, dukungan orang tua, dan pendampingan guru sebagai unsur penting. Sekolah juga berkomitmen meningkatkan pembinaan agar lebih banyak lulusan melanjutkan pendidikan.

Pernyataan tersebut mengakui dua kenyataan sekaligus. Anak pedalaman memiliki kemampuan, tetapi mereka masih bergerak dalam keterbatasan.

Orang Tua Ikut Menanggung Perjuangan

Kelulusan perguruan tinggi bukan garis akhir bagi keluarga. Mereka masih harus menghitung biaya tempat tinggal, makan, transportasi, buku, dan kebutuhan kuliah.

Jarak kampus juga memaksa banyak mahasiswa meninggalkan rumah. Perubahan itu menambah beban ekonomi dan sosial bagi keluarga.

Sebagian orang tua mengandalkan hasil kebun, perdagangan kecil, atau pekerjaan tidak tetap. Penghasilan mereka dapat berubah mengikuti musim dan harga komoditas.

Biaya kuliah gratis belum tentu menutup seluruh kebutuhan. Tanpa dukungan biaya hidup, mahasiswa dari keluarga rentan tetap menghadapi risiko berhenti di tengah jalan.

Karena itu, pemerintah perlu melihat pendidikan sebagai rangkaian panjang. Kebijakan tidak boleh berhenti setelah siswa menerima surat kelulusan.

Bantuan Menjangkau Puluhan Ribu Siswa

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan sejumlah program pendidikan pada 5 Maret 2026. Program tersebut menyasar siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus.

Pemerintah mendistribusikan lebih dari 60 ribu paket perlengkapan sekolah. Bantuan mencakup seragam, sepatu, topi, dasi, dan ikat pinggang.

Melalui Kartu Huma Betang Sejahtera, pemerintah juga menetapkan bantuan bagi 35.000 siswa. Penerima berasal dari keluarga tidak mampu dan wilayah pedalaman.

Setiap penerima memperoleh bantuan tunai Rp500.000. Pemerintah juga menyiapkan perlengkapan sekolah senilai Rp1 juta untuk kebutuhan satu tahun ajaran.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyatakan pemerintah ingin mengurangi hambatan ekonomi.

“Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi masa depan,” kata Agustiar saat peluncuran bantuan di Palangka Raya beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin anak Kalteng berhenti sekolah karena keterbatasan biaya. Kebijakan tersebut harus mendapat pengawasan agar bantuan benar-benar menyentuh penerima.

Angka Besar Perlu Pembuktian Lapangan

Jumlah bantuan terlihat besar dalam laporan pemerintah. Namun, distribusi tetap menentukan manfaat sebenarnya.

Pemerintah perlu membuka daftar penerima berdasarkan kabupaten, kecamatan, dan sekolah. Informasi itu penting untuk mencegah penerima ganda dan memastikan wilayah terpencil tidak tertinggal.

Data juga harus menjelaskan kapan bantuan sampai. Seragam dan perlengkapan yang datang terlambat dapat kehilangan manfaatnya.

Masyarakat perlu mengetahui mekanisme pengaduan. Orang tua harus memiliki saluran ketika siswa yang memenuhi syarat tidak masuk daftar.

Pemerintah menyatakan setiap transaksi bantuan masuk dalam sistem digital terintegrasi. Sistem tersebut bertujuan mencegah penerima ganda.

Namun, digitalisasi data membutuhkan pemeriksaan lapangan. Kesalahan identitas, perubahan kondisi ekonomi, dan keterbatasan jaringan dapat memengaruhi ketepatan daftar.

Klaim 443 Sekolah Digital Perlu Ukuran Jelas

Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menyatakan 443 SMA, SMK, dan Sekolah Khusus telah terdigitalisasi. Pemerintah mendukung program itu dengan 4.339 papan tulis interaktif.

Pemerintah juga menyalurkan 874 set panel surya dan 321 perangkat internet satelit. Perangkat tersebut menyasar sekolah, termasuk wilayah terpencil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyebut transformasi digital sebagai investasi jangka panjang.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalimantan Tengah yang putus sekolah karena kendala ekonomi,” kata Reza.

Pernyataan itu membawa target besar. Pemerintah perlu menjelaskan ukuran “100 persen digital” secara terperinci.

Sekolah yang menerima perangkat belum tentu langsung mampu menggunakannya setiap hari. Ketersediaan listrik, jaringan, pelatihan guru, perawatan, dan biaya langganan ikut menentukan.

Pemerintah juga perlu membuka data penggunaan. Publik berhak mengetahui perangkat yang aktif, rusak, belum terpasang, atau tidak terhubung dengan jaringan.

Tanpa ukuran tersebut, istilah digitalisasi hanya menggambarkan jumlah barang. Transformasi seharusnya terlihat dari kualitas pembelajaran dan hasil siswa.

Teknologi Mengubah Pengalaman Belajar

SMAN 1 Bukit Raya di pedalaman Katingan memberi gambaran mengenai perubahan itu. Sekolah tersebut menggunakan internet satelit, panel surya, dan papan tulis interaktif.

Kepala SMAN 1 Bukit Raya, Oktawina, menjelaskan pengalaman sekolah pada 8 September 2025. Para siswa menyebut papan tulis digital sebagai “HP layar besar”.

“Kehadiran teknologi ini di pedalaman justru mematahkan asumsi tersebut. Guru dan siswa sangat antusias,” kata Oktawina.

Ungkapan siswa terdengar sederhana. Namun, kalimat itu menunjukkan betapa barunya teknologi tersebut dalam ruang belajar mereka.

Perangkat dapat membuka materi visual, simulasi, dan sumber pembelajaran dari luar daerah. Guru juga dapat memperluas metode mengajar.

Namun, teknologi tidak dapat menggantikan guru. Perangkat hanya memberi manfaat ketika tenaga pendidik memperoleh pelatihan dan dukungan teknis.

Keberhasilan Belum Merata

Kelulusan siswa Sanaman Mantikei membawa kabar baik. Namun, pemerintah tetap harus melihat siswa yang belum berhasil melanjutkan pendidikan.

Data penerima perguruan tinggi perlu dibandingkan dengan jumlah lulusan. Perbandingan itu dapat menunjukkan berapa banyak siswa yang berhenti setelah SMA.

Pemerintah juga perlu menelusuri penyebabnya. Biaya, jarak, pernikahan usia muda, kebutuhan bekerja, dan keterbatasan informasi dapat memengaruhi keputusan.

Sekolah seharusnya tidak hanya mencatat siswa yang lolos. Mereka juga perlu mendampingi lulusan yang belum menemukan jalur pendidikan atau pekerjaan.

Pendampingan karier sangat penting bagi wilayah pedalaman. Informasi mengenai beasiswa, perguruan tinggi, pendidikan vokasi, dan dunia kerja harus tersedia sejak awal.

Kuliah Gratis Harus Menutup Celah

Pada 2025, sebanyak 3.060 mahasiswa menerima subsidi uang kuliah tunggal melalui kerja sama dengan 36 perguruan tinggi. Pemerintah meningkatkan kuota 2026 menjadi 15.000 mahasiswa.

Kenaikan tersebut membuka peluang besar. Namun, pemerintah perlu memublikasikan kriteria, jumlah pendaftar, penerima, dan distribusi asal daerah.

Mahasiswa dari wilayah pedalaman membutuhkan kepastian sebelum berangkat. Mereka tidak boleh menanggung biaya terlebih dahulu tanpa jadwal pencairan yang jelas.

Pemerintah juga perlu mengawasi keberlanjutan bantuan. Mahasiswa harus mengetahui apakah subsidi berlaku satu semester atau sampai mereka menyelesaikan kuliah.

Program yang jelas dapat mencegah keluarga mengambil utang. Sebaliknya, informasi yang terlambat dapat menambah risiko ekonomi.

Mimpi Besar Membutuhkan Sistem

Siswa Sanaman Mantikei telah membuktikan bahwa tempat asal tidak menentukan batas kemampuan. Mereka mampu bersaing dengan pelajar dari wilayah yang memiliki akses lebih baik.

Namun, negara tidak boleh menggantungkan keberhasilan pendidikan pada daya juang anak semata. Sistem harus mengurangi hambatan yang mereka hadapi.

Guru membutuhkan dukungan. Sekolah memerlukan listrik dan internet yang stabil. Keluarga perlu memperoleh kepastian biaya.

Prestasi siswa pedalaman bukan alasan untuk menutup persoalan ketimpangan. Capaian mereka harus menjadi dasar untuk memperluas kesempatan.

Data kelulusan SMAN 1 Sanaman Mantikei dapat diperiksa melalui Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. Informasi program bantuan dan digitalisasi sekolah juga tersedia dalam laporan resmi Disdik Kalteng.

Hak Jawab dan Koreksi

Folitimes.id membuka ruang hak jawab bagi Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, sekolah, perguruan tinggi, orang tua, dan penerima bantuan pendidikan.

Pihak terkait dapat menyampaikan data terbaru mengenai penerima bantuan, penggunaan perangkat digital, jumlah kelulusan, atau hambatan di lapangan. Redaksi akan memperbarui naskah apabila menerima dokumen resmi dan informasi terverifikasi.

Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

iklan Siap Pasang
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *