Karhutla Jawa Timur Meluas, BNPB Tambah Armada Udara

Dokumentasi pemadaman karhutla pegunungan dalam laporan BNPB tanggal 18 Oktober 2026.

BATU, folitimes.id/ – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur. Pemerintah menambah satu helikopter pengebom air dan satu pesawat operasi modifikasi cuaca untuk menghadapi kebakaran di sejumlah kawasan pegunungan.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan keputusan tersebut dalam rapat koordinasi di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

Langkah ini menyusul meluasnya kebakaran yang telah menghanguskan ribuan hektare kawasan hutan dan lahan. Medan curam serta keterbatasan akses memperberat pekerjaan petugas.

BNPB Datangkan Armada dari Kalimantan

BNPB mengalihkan satu helikopter pengebom air dari Kalimantan Selatan menuju Malang.

Selain itu, pemerintah mengerahkan satu pesawat operasi modifikasi cuaca dari Kalimantan Barat untuk mendukung penanganan kebakaran.

Kepala BNPB Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa penambahan armada bertujuan mempercepat pemadaman.

“Hari ini tadi saya sudah sampaikan kepada Direktur Pengelolaan Operasi untuk menambah satu helikopter dari Kalsel ke Malang, terutama untuk water bombing,” kata Kristomei, Kepala BNPB, dalam rapat koordinasi di Kota Batu, Jumat (23/10/2026), sebagaimana dilaporkan Metro TV.

Kristomei juga menyampaikan rencana penambahan pesawat modifikasi cuaca.

Pesawat tersebut bertugas mendukung operasi yang memanfaatkan kondisi atmosfer untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.

Namun, efektivitas operasi modifikasi cuaca bergantung pada ketersediaan awan dan kondisi meteorologi yang sesuai.

Kebakaran Melanda Kawasan Pegunungan

BNPB mencatat kebakaran masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Jumat (23/10/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kebakaran melanda lima wilayah utama.

Lokasinya mencakup Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Argopuro, Gunung Saeng di Bondowoso, kawasan TPA Supit Urang di Kota Malang, serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Empat lokasi berkaitan dengan kawasan pegunungan. Sementara itu, TPA Supit Urang merupakan kawasan pembuangan sampah.

Perbedaan karakter lokasi membutuhkan pendekatan pemadaman yang tidak selalu sama.

Kebakaran di lereng gunung menghadapi tantangan medan. Sementara itu, kebakaran tempat pembuangan sampah membutuhkan penanganan material yang dapat terus membara.

Ribuan Hektare Lahan Mengalami Kebakaran

Data BPBD Jawa Timur menunjukkan 184 kejadian karhutla selama masa siaga darurat.

Kejadian tersebut tersebar di 26 kabupaten dan kota dengan luas area terbakar mencapai sekitar 11.449 hektare.

Sekitar 77,05 persen dari area tersebut merupakan kawasan hutan konservasi, menurut data yang disampaikan dalam laporan penanganan.

Besarnya area terdampak memperlihatkan tekanan terhadap ekosistem pegunungan.

Namun, luas kebakaran tidak otomatis menggambarkan tingkat kerusakan ekologis yang sama di setiap lokasi.

Vegetasi, intensitas api, dan kondisi tanah memengaruhi dampak kebakaran terhadap lingkungan.

Pemetaan pascakebakaran diperlukan untuk menentukan kebutuhan pemulihan.

Medan Curam Menghambat Pemadaman

Kawasan pegunungan memiliki hambatan operasional yang berbeda dengan kebakaran di dataran rendah.

Petugas harus menghadapi lereng curam, jalur terbatas, dan sumber air yang tidak selalu tersedia.

Di sejumlah lokasi, tim gabungan kesulitan menjangkau titik api melalui jalur darat.

Kondisi tersebut mendorong penggunaan helikopter pengebom air dan perangkat penyemprot air melalui drone.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaporkan helikopter pemadam telah menjalankan 462 penerbangan.

Tim juga memanfaatkan drone penyemprot air berkapasitas sekitar 100 liter untuk menjangkau area yang sulit dicapai petugas.

Namun, jumlah penerbangan belum otomatis menunjukkan luas kebakaran yang berhasil dipadamkan.

Pengukuran keberhasilan tetap membutuhkan data titik api yang padam dan area yang kembali aman.

Lima Petugas dan Relawan Meninggal

Operasi pemadaman juga menimbulkan korban jiwa.

BNPB melaporkan lima petugas dan relawan meninggal ketika menjalankan upaya penanganan kebakaran di kawasan Bromo.

Mereka menghadapi kondisi berbahaya ketika berusaha mengendalikan api.

Berton SP Panjaitan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para petugas dan relawan tersebut dalam konferensi pers daring, Jumat (23/10/2026).

Peristiwa ini memperlihatkan tingginya risiko operasi pemadaman di kawasan pegunungan.

Petugas membutuhkan perencanaan jalur evakuasi, komunikasi lapangan, dan informasi perkembangan arah api.

Perlindungan personel harus menjadi bagian utama setiap operasi, bukan hanya pelengkap kegiatan pemadaman.

Kebakaran Berpotensi Memicu Bencana Susulan

BNPB juga mengingatkan potensi bahaya setelah kebakaran berakhir.

Material kayu terbakar dan sisa vegetasi dapat terbawa aliran air ketika hujan turun.

Di kawasan lereng, perubahan kondisi vegetasi dan tanah dapat meningkatkan risiko erosi serta aliran material.

Kepala BNPB meminta petugas membersihkan material yang berpotensi menyumbat aliran sungai.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi ancaman banjir bandang dan longsor ketika musim hujan tiba.

Namun, pembersihan harus mempertimbangkan keselamatan petugas dan kondisi ekologis kawasan.

Pemulihan vegetasi juga membutuhkan perencanaan sesuai tingkat kerusakan.

Pemadaman dan Pemulihan Harus Berjalan Bersama

Penambahan armada udara memberikan dukungan bagi petugas yang menghadapi kebakaran di medan sulit.

Namun, operasi pemadaman memerlukan koordinasi antara BNPB, BPBD, pengelola kawasan hutan, TNI, Polri, dan relawan.

Pemerintah juga perlu menyampaikan perkembangan area kebakaran serta hasil operasi secara berkala.

Informasi tersebut penting untuk menilai apakah penambahan armada berhasil mempercepat pengendalian api.

Di sisi lain, penyebab kebakaran membutuhkan penyelidikan berdasarkan bukti lapangan.

Dugaan kelalaian atau kesengajaan tidak boleh langsung berubah menjadi tuduhan terhadap pihak tertentu tanpa pembuktian.

Kebakaran yang telah menjangkau ribuan hektare menunjukkan bahwa persoalan Jawa Timur tidak berhenti pada pemadaman.

Pemulihan kawasan konservasi, keselamatan petugas, dan pencegahan kebakaran berulang menjadi pekerjaan berikutnya setelah api berhasil dikendalikan.

Sumber rujukan pemerintah: ppid.bnpb.go.id.

Dokumentasi pemadaman karhutla pegunungan dalam laporan BNPB, 18 Oktober 2026. Foto: BNPB.

✆
Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026 - Dr. Agustan Saining, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding