Gempa Guncang Tanimbar, BMKG Ingatkan Warga Waspada Susulan

Gempa Guncang Barat Laut Tanimbar, BMKG Pantau Susulan

Gempa magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Tanimbar, Maluku. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Maluku, Folitimes.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Tanimbar, Maluku, pada Kamis, 21 Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.12.56 WIB. Titik gempa berada di 231 kilometer barat laut Tanimbar dengan koordinat 6,06 Lintang Selatan dan 130,47 Bujur Timur. Gempa tercatat berada pada kedalaman 137 kilometer.

Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya dan tetap mengikuti pembaruan resmi dari lembaga berwenang.

Gempa dengan magnitudo 5,0 termasuk kategori yang perlu diperhatikan, terutama bila terjadi di wilayah kepulauan. Namun, kedalaman gempa yang mencapai 137 kilometer membuat potensi kerusakan di permukaan relatif lebih rendah dibanding gempa dangkal dengan kekuatan serupa.

Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di wilayah sekitar Tanimbar juga masih perlu dipantau, terutama di kawasan pesisir dan permukiman yang dekat dengan titik getaran.

BMKG dalam laman resminya juga mencantumkan penafian bahwa parameter gempa pada menit-menit awal dapat mengalami perubahan setelah dianalisis ulang oleh ahli seismologi. Karena itu, pembaruan data resmi perlu menjadi rujukan utama masyarakat dan pemerintah daerah.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan rawan gempa. Posisi Indonesia yang dilalui jalur pertemuan lempeng tektonik membuat gempa dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai daerah, termasuk wilayah Maluku dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan langkah keselamatan. Warga yang berada di dalam bangunan saat merasakan gempa disarankan segera berlindung di tempat aman, menjauh dari kaca, lemari, atau benda berat yang berpotensi jatuh.

Jika berada di luar ruangan, masyarakat sebaiknya menjauh dari bangunan, tiang listrik, pohon besar, dan struktur yang berisiko roboh. Untuk warga di kawasan pesisir, informasi resmi mengenai potensi tsunami harus selalu mengacu pada BMKG, bukan pesan berantai di media sosial.

Pemerintah daerah dan aparat kebencanaan juga perlu memastikan jalur evakuasi tetap dapat diakses serta mengecek kondisi fasilitas publik setelah gempa. Langkah cepat ini penting untuk mengantisipasi dampak lanjutan jika gempa susulan terjadi.

BMKG menegaskan informasi gempa terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan.

Dengan status tidak berpotensi tsunami, warga diminta tetap menjalankan aktivitas secara hati-hati. Namun, kewaspadaan harus tetap dijaga karena gempa susulan masih mungkin terjadi setelah gempa utama.

Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

iklan Siap Pasang
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *