PALANGKA RAYA, folitimes.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menekan transportasi udara di Kalimantan Tengah. Sebanyak 18 jadwal penerbangan domestik di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, batal pada Kamis (22/10/2026).
Pembatalan tersebut mencakup sembilan jadwal kedatangan dan sembilan keberangkatan. Jarak pandang yang memburuk membuat operasional pesawat menghadapi risiko keselamatan.
Gangguan ini bukan peristiwa tunggal. Pengelola bandara menyebut pembatalan penerbangan telah berlangsung sekitar tujuh hingga sepuluh hari.
Delapan Belas Jadwal Penerbangan Batal
Data operasional bandara pada Kamis menunjukkan seluruh 18 jadwal penerbangan domestik mengalami pembatalan.
Gangguan tersebut berdampak pada layanan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Surabaya, Balikpapan, serta Semarang.
Sejumlah maskapai yang terdampak mencakup Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air, Citilink, Wings Air, dan Batik Air.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, membenarkan pembatalan tersebut dalam keterangan yang terbit di Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).
Menurut Darmawan, kabut asap membuat kondisi jarak pandang tidak memenuhi kebutuhan keselamatan penerbangan. Situasi itu memaksa maskapai menyesuaikan rencana perjalanan.
Jarak Pandang Sempat Turun Hingga 150 Meter
Jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan operasional penerbangan.
Pengelola bandara melaporkan perubahan visibilitas yang cukup tajam pada Kamis. Jarak pandang sempat berada pada kisaran 900 meter sebelum menurun menjadi 800 meter.
Dalam kondisi terburuk, visibilitas bahkan mencapai sekitar 150 meter.
Perubahan tersebut memperlihatkan ketidakstabilan kondisi atmosfer di sekitar bandara. Penerbangan tidak dapat mengandalkan satu hasil pengamatan ketika kabut asap terus bergerak.
Keputusan operasional juga harus mempertimbangkan persyaratan keselamatan sesuai jenis pesawat, fasilitas navigasi, dan prosedur penerbangan.
Gangguan Penerbangan Berlangsung Berhari-hari
Pembatalan penerbangan selama beberapa hari memperlihatkan dampak karhutla terhadap konektivitas Kalimantan Tengah.
Transportasi udara memiliki peran penting bagi perjalanan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah. Gangguan berkepanjangan dapat memengaruhi mobilitas pekerja, perjalanan bisnis, dan layanan lainnya.
Namun, besarnya kerugian ekonomi akibat pembatalan penerbangan belum tersedia dalam data yang diperiksa redaksi.
Jumlah penumpang terdampak, biaya perubahan tiket, dan kerugian maskapai masih membutuhkan keterangan tambahan.
Tanpa data tersebut, dampak ekonomi belum dapat dihitung secara akurat.
Bandara Mengubah Jam Operasional
Pengelola Bandara Tjilik Riwut melakukan penyesuaian jam pelayanan untuk menghadapi perubahan kondisi jarak pandang.
Jam operasional yang sebelumnya berlangsung pukul 05.00 hingga 17.30 WIB bergeser menjadi pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Penyesuaian tersebut bertujuan membuka kesempatan penerbangan ketika kondisi visibilitas memungkinkan.
Namun, perubahan jadwal operasional tidak otomatis menghilangkan gangguan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat memperoleh izin beroperasi.
Pengelola bandara juga mempertahankan pelayanan terminal untuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi.
Ribuan Penerbangan Nasional Ikut Terdampak
Gangguan penerbangan akibat karhutla tidak hanya terjadi di Palangka Raya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat 2.775 penerbangan domestik terdampak kabut asap selama 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan. Sebanyak 1.544 penerbangan masuk kategori pembatalan atau penundaan.
Selain itu, 25 penerbangan beralih menuju bandara lain. Enam penerbangan kembali ke bandara asal, sedangkan 30 penerbangan mengalami perubahan jadwal lebih awal.
Angka nasional tersebut memperlihatkan luasnya gangguan transportasi akibat kabut asap. Namun, data itu tidak seluruhnya berasal dari Bandara Tjilik Riwut.
Pemadaman Karhutla Menentukan Pemulihan Penerbangan
Pemulihan penerbangan sangat bergantung pada perbaikan jarak pandang dan kondisi operasional bandara.
Selama kabut asap masih menutupi jalur penerbangan, maskapai menghadapi ketidakpastian jadwal. Pengelola bandara perlu terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan penyedia informasi cuaca.
Kementerian Perhubungan mengimbau calon penumpang memeriksa jadwal melalui kanal resmi maskapai dan bandara.
Langkah tersebut penting untuk menghindari perjalanan menuju bandara ketika jadwal mengalami perubahan mendadak.
Namun, persoalan mendasarnya tetap berada pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Pembatalan 18 jadwal penerbangan menjadi bukti nyata dampak karhutla terhadap mobilitas masyarakat. Tanpa perbaikan kualitas udara yang berkelanjutan, ketidakpastian transportasi udara berpotensi terus berulang.
Sumber rujukan pemerintah: InfoPublik/Kementerian Perhubungan.
Foto dokumentasi bandar udara saat terdampak asap: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.










