PALANGKA RAYA – Folitimes.id – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng) akhirnya angkat bicara dan meluruskan polemik rekaman video yang sempat memicu dugaan adanya praktik pemerasan oleh oknum jaksa dalam kasus korupsi pembangunan pabrik tepung ikan di Kotawaringin Barat.
Melalui hasil penelusuran internal, Kejati memastikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar. Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi, menegaskan suara dalam rekaman yang beredar bukan berasal dari jaksa, melainkan percakapan antara pihak swasta dengan pihak yang berkaitan dengan terdakwa.
Menurut Hendri, rekaman tersebut telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sejumlah pihak. Hasilnya mengarah pada komunikasi antara Halili Hasbullah, seorang kontraktor di Kotawaringin Barat, dengan pihak yang terkait dengan terdakwa H. Romi.
Lebih jauh dijelaskan, penyebutan sejumlah nominal uang dalam percakapan itu bukanlah bentuk permintaan ilegal atau praktik pemerasan. Konteksnya, kata Hendri, justru merupakan saran dari Halili agar pihak terdakwa menyiapkan dana untuk mengembalikan kerugian negara saat perkara masih dalam tahap penyidikan.
Artinya, narasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan. Dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam praktik menyimpang, sebagaimana yang ditudingkan, tidak terbukti.
Sementara itu, proses hukum kasus korupsi pembangunan pabrik tepung ikan kini telah memasuki tahap akhir di Pengadilan Tipikor Palangka Raya. Persidangan terbaru telah menyelesaikan agenda pembacaan replik dan akan berlanjut ke tahap duplik dalam waktu dekat.
Kejati Kalteng pun mengingatkan semua pihak agar tidak membentuk opini publik berdasarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih melalui media sosial. Proses hukum, ditegaskan Hendri, harus tetap menjadi rujukan utama dalam menguji kebenaran.
Pihaknya juga mendorong terdakwa dan penasihat hukum untuk menyampaikan seluruh bantahan secara resmi di ruang persidangan, bukan di luar mekanisme hukum yang berlaku.
Sebagai bentuk keterbukaan, Kejati Kalteng telah merilis pernyataan langsung dari Halili Hasbullah dalam bentuk video, guna memperjelas duduk perkara sekaligus meredam simpang siur informasi yang berkembang di masyarakat. Adm













