PALANGKA RAYA, folitimes.id – Data terbaru tingkat kemiskinan di Kalimantan Tengah memunculkan ironi pembangunan di daerah kaya sumber daya alam. Kabupaten Seruyan tercatat sebagai wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di provinsi ini sepanjang 2025.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan angka kemiskinan di Seruyan mencapai 6,72 persen atau sekitar 15,64 ribu jiwa.
Angka tersebut menempatkan Seruyan di posisi teratas dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas distribusi manfaat ekonomi di daerah yang selama ini dikenal memiliki sektor perkebunan sawit, kehutanan, dan sumber daya alam yang besar.
Empat Daerah Menjadi Kantong Kemiskinan Tertinggi
Setelah Seruyan, posisi kedua ditempati Kabupaten Murung Raya dengan tingkat kemiskinan sebesar 6,19 persen.
Kabupaten Barito Timur berada di posisi ketiga dengan angka 6,10 persen.
Sementara Kabupaten Kotawaringin Timur menempati urutan keempat dengan persentase 5,83 persen.
Sebaliknya, Kabupaten Lamandau justru mencatat angka kemiskinan terendah di Kalimantan Tengah dengan persentase hanya 3,33 persen.
Kota Palangka Raya berada di posisi kedua terendah dengan angka 3,62 persen.
Kekayaan Alam Belum Sepenuhnya Menjadi Kesejahteraan
Data tersebut menunjukkan bahwa tingginya investasi dan besarnya potensi sumber daya alam belum otomatis menghadirkan pemerataan kesejahteraan.
Seruyan memiliki ribuan hektare perkebunan kelapa sawit dan aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam yang cukup besar.
Namun pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya mengangkat kesejahteraan masyarakat di tingkat bawah.
Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi, tetapi juga distribusi manfaat pembangunan kepada masyarakat lokal.
Jika manfaat ekonomi lebih banyak bergerak keluar daerah, angka kemiskinan sulit turun secara signifikan.
Sinkronisasi Data Menjadi Titik Kritis
BPS Kalimantan Tengah menilai sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan lembaga statistik menjadi faktor penting dalam penanganan kemiskinan.
Ketidaksesuaian data sering menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran.
Akibatnya, rumah tangga miskin berpotensi tidak menerima intervensi yang seharusnya mereka dapatkan.
Di sisi lain, penerima yang kondisi ekonominya sudah membaik masih dapat tercatat dalam daftar bantuan.
Kondisi tersebut membuat efektivitas program pengentasan kemiskinan menjadi rendah.
Daftar Tingkat Kemiskinan Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah Tahun 2025
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, data kemiskinan tahun 2025.
antangan Pemerintah Bukan Lagi Soal Investasi
Data tersebut menunjukkan tantangan pembangunan saat ini bukan sekadar menarik investasi baru.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekitar.
Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari luas perkebunan, besarnya produksi, atau nilai investasi.
Ukuran paling penting tetap berada pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan keluar dari garis kemiskinan.















