IHSG Anjlok 1,89 Persen, Saham Bank dan Komoditas Seret Bursa ke Zona Merah

Investor Melepas Saham Perbankan dan Bahan Baku, Rupiah Melemah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS

Pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan 8 Juli 2026 menunjukkan tekanan jual pada sektor perbankan dan bahan baku yang menyeret indeks ke zona merah
Pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan 8 Juli 2026 menunjukkan tekanan jual pada sektor perbankan dan bahan baku yang menyeret indeks ke zona merah. Ilustrasi: Folitimes.id

JAKARTA, folitimes.id – Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Rabu (8/7/2026) dengan tekanan jual yang terjadi hampir di seluruh sektor. Aksi lepas saham pada emiten perbankan, komoditas, dan teknologi menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada akhir perdagangan sesi kedua.

IHSG mengakhiri perdagangan di level 5.873 atau turun 1,89 persen dibanding posisi penutupan sebelumnya di kisaran 5.986 poin.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak di level tertinggi 5.932 poin sebelum tekanan jual semakin besar menjelang penutupan pasar.

Pelemahan tersebut menjadikan IHSG sebagai salah satu indeks dengan koreksi terdalam di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.

Saham Bank Besar Menjadi Penekan Utama

Tekanan terbesar berasal dari sektor perbankan yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Kapitalisasi pasar bank-bank besar membuat setiap penurunan harga saham memberikan dampak signifikan terhadap arah indeks.

📉 Saham Berkapitalisasi Besar yang Mengguncang IHSG

KodeEmitenHarga 7 JuliHarga 8 JuliPerubahanVolumeDampak ke IHSG
BBCABank Central AsiaRp6.300Rp6.175-1,98%1,2 Miliar sahamMenekan sektor perbankan dan indeks utama
BBRIBank Rakyat IndonesiaRp2.860Rp2.790-2,45%3,4 Miliar sahamTekanan pada saham UMKM dan kredit ritel
BMRIBank MandiriRp4.070Rp3.970-2,46%1,1 Miliar sahamMenekan saham bank BUMN
BBNIBank Negara IndonesiaRp3.470Rp3.380-2,59%780 Juta sahamMemperdalam pelemahan sektor finansial
AMMNAmman MineralRp8.450Rp8.095-4,20%220 Juta sahamMenekan sektor logam dan tambang
CUANPetrindo Jaya KreasiRp7.350Rp7.060-3,95%180 Juta sahamMenekan sektor energi

Sumber: Bursa Efek Indonesia, data perdagangan sesi II 8 Juli 2026 dan olahan Folitimes.id.

Sektor Bahan Baku Mengalami Koreksi Terdalam

Selain sektor keuangan, saham bahan baku menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling besar sepanjang perdagangan.

Investor melepas saham pertambangan logam, batu bara, hingga industri dasar seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Koreksi pada sektor tersebut ikut memperbesar tekanan terhadap IHSG karena beberapa emiten memiliki kapitalisasi pasar besar.

🏭 Sektor Saham yang Paling Terdampak

SektorPerubahanVolume TransaksiPenyebab UtamaDampak Ekonomi
Bahan Baku-3,80%Rp3,2 TriliunTekanan harga komoditas dan aksi ambil untungBerpotensi menekan ekspor mineral dan batu bara
Keuangan-2,90%Rp5,8 TriliunAksi jual investor asing pada bank besarMenekan sentimen investasi nasional
Properti-2,50%Rp980 MiliarKekhawatiran suku bunga dan kredit propertiRisiko perlambatan penjualan properti
Energi-2,10%Rp2,7 TriliunKoreksi saham batu bara dan migasMenekan pendapatan emiten energi
Teknologi-1,95%Rp1,1 TriliunInvestor menghindari aset berisiko tinggiValuasi emiten teknologi tertekan

Sumber: Bursa Efek Indonesia dan data sektoral perdagangan 8 Juli 2026.

Rupiah Melemah dan Menambah Tekanan Pasar

Tekanan pasar juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.048 per dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya impor, pembayaran utang luar negeri perusahaan, serta margin emiten yang memiliki kewajiban dalam mata uang dolar.

Apa Dampaknya terhadap Ekonomi?

Pelemahan saham perbankan berpotensi mengurangi optimisme terhadap pertumbuhan kredit nasional.

Penurunan saham komoditas dapat mempengaruhi penerimaan negara dari royalti dan pajak sektor pertambangan.

Apabila tekanan berlangsung dalam waktu lama, perusahaan berpotensi menunda ekspansi usaha, menahan investasi baru, hingga memperlambat perekrutan tenaga kerja.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, stabilitas rupiah, serta arus dana asing untuk menentukan arah perdagangan pada sesi berikutnya.

Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

iklan Siap Pasang
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *