Karhutla Gambut Tumbang Nusa Belum Padam Meski Water Bombing Dikerahkan

Petugas gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran gambut Tumbang Nusa yang masih aktif hingga sore

Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau, sementara helikopter water bombing mendukung operasi dari udara.
Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau, sementara helikopter water bombing mendukung operasi dari udara. Foto IST

PALANGKA RAYA, folitimes.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin Kilometer 32, tepatnya di seberang Gereja Pandohop, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, masih terus menyita perhatian petugas gabungan.

Operasi pemadaman kembali berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, sebagai tindak lanjut atas kebakaran sebelumnya yang belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kondisi lahan gambut dalam membuat bara api terus bertahan di bawah permukaan tanah sehingga memerlukan penanganan berkelanjutan.

Tim gabungan berhasil melakukan pemadaman pada area sekitar 0,83 hektare. Namun hingga operasi berakhir pukul 16.47 WIB, api belum padam sepenuhnya dan petugas masih harus melanjutkan penanganan.

Api Bergerak Cepat di Atas Gambut Dalam

Lokasi kebakaran didominasi vegetasi semak belukar, pakis, kalakai, akasia, galam, geronggang hingga cemara hutan. Vegetasi tersebut menjadi bahan bakar alami yang mempercepat penjalaran api ketika musim kemarau.

Petugas juga menghadapi karakter lahan gambut dalam yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Kondisi itu membuat api sulit dipadamkan meski kobaran di permukaan terlihat mulai berkurang.

Laporan lapangan menunjukkan sumber air berada di kanal terdekat dengan jarak sekitar 20 meter dari lokasi operasi. Namun akses menuju titik api hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sehingga memperlambat mobilisasi personel maupun peralatan.

Belasan Instansi Turun Bersama

Operasi pemadaman melibatkan unsur lintas instansi.

Tim terdiri atas Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Manggala Agni Pulang Pisau, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, TNI, Polri, KPHP Kahayan Hilir, Masyarakat Peduli Api (MPA) Tumbang Nusa, BPK Hiu Putih, TSAK Bukit Tunggal, hingga dukungan Helikopter Water Bombing BNPB.

Kapolda Kalimantan Tengah bersama Kapolsek Jabiren juga ikut meninjau proses penanganan di lapangan sebagai bentuk penguatan koordinasi antarinstansi.

Petugas menggunakan satu unit mobil operasional, mesin pompa mini striker, selang pemadam, alat komunikasi, serta peralatan manual untuk membatasi penyebaran api dan melakukan pendinginan.

Medan Sulit Menjadi Hambatan Utama

Koordinator Petugas Pemadam Kebakaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhamad Bagus Mahsum, mengatakan karakter lahan gambut menjadi tantangan terbesar dalam operasi tersebut.

“Petugas masih terus melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, dan pendinginan di lokasi. Kendala terbesar kami adalah akses menuju titik kebakaran hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kondisi gambut dalam juga membuat bara api masih bertahan sehingga penanganan harus dilakukan secara bertahap,” kata Muhamad Bagus Mahsum, Koordinator Petugas Pemadam Kebakaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (13/7/2026).

Bagus menegaskan seluruh personel tetap bersiaga sampai kondisi benar-benar aman.

Dishut Kalteng Fokus Cegah Api Meluas

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, melalui Koordinator Petugas Pemadam Kebakaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhamad Bagus Mahsum, menyampaikan seluruh unsur pemadaman terus memperkuat koordinasi agar api tidak meluas ke kawasan gambut di sekitarnya.

“Kami mengoptimalkan seluruh personel bersama instansi terkait agar penjalaran api dapat dihentikan secepat mungkin. Prioritas utama saat ini adalah memastikan bara di dalam gambut benar-benar padam sehingga kebakaran tidak kembali muncul,” ujar Agustan Saining, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, melalui Muhamad Bagus Mahsum, Koordinator Petugas Pemadam Kebakaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.

Potensi Asap Masih Perlu Diwaspadai

Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari ruas Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya dan Banjarmasin.

Apabila api kembali membesar, asap berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan serta memperburuk kualitas udara di sekitar lokasi.

Karena itu, petugas terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik bara yang masih aktif sambil menunggu kondisi benar-benar terkendali.

Hingga Senin sore, operasi pemadaman masih berlanjut dan status kebakaran belum dinyatakan selesai.

Saluran Resmi
Ikuti WhatsApp Channel folitimes.id
Dapatkan update berita terbaru, isu publik, peristiwa daerah, dan kabar penting Kalimantan Tengah langsung dari saluran resmi folitimes.id.
folitimes.id — Membaca Untuk Memahami

iklan Siap Pasang
Kerja Sama Media

Jalin Kerja Sama Bersama folitimes.id

Buka peluang kolaborasi untuk publikasi, media partner, promosi usaha, branding, dan penyebarluasan informasi bersama folitimes.id untuk bisnis, lembaga, komunitas, maupun instansi.

Publikasi Media Partner Promosi Branding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *