PALANGKA RAYA, folitimes.id – Program Sekolah Rakyat mulai memasuki fase implementasi di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan empat Sekolah Rakyat telah dipersiapkan untuk beroperasi sebagai bagian dari program strategis nasional di sektor pendidikan.
- Empat Sekolah Menjadi Awal Program Besar
- Sekolah Gratis, Tetapi Tantangannya Lebih Besar
- Empat Sekolah Belum Menjangkau Seluruh Wilayah
- Gedung Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan
- Potensi Tumpang Tindih dengan Sekolah Negeri
- Pemerataan SDM Menjadi Tujuan Akhir
- Fakta Singkat Sekolah Rakyat Kalimantan Tengah
Dua sekolah telah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Selasa, 14 Juli 2026, masing-masing berada di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan. Sementara dua sekolah lainnya di Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Kotawaringin Timur tengah menyelesaikan tahapan persiapan sebelum menerima peserta didik.
Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang lebih besar. Apakah empat Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi atas ketimpangan akses pendidikan di provinsi dengan wilayah terluas kedua di Indonesia itu, atau justru menjadi langkah awal yang masih membutuhkan penguatan dalam berbagai aspek?
Empat Sekolah Menjadi Awal Program Besar
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Pesan Pak Gubernur selalu sama, yaitu kita harus berkolaborasi. Bukan hanya Pemerintah Provinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota, agar seluruh program Bapak Presiden di Kalimantan Tengah dapat berjalan dengan baik. Khususnya di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan tentu siap memberikan dukungan penuh,” ujar Muhammad Reza Prabowo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, saat meninjau Sekolah Rakyat di Jalan Tjilik Riwut Km 39 Palangka Raya, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Reza, empat Sekolah Rakyat merupakan tahap awal pelaksanaan program nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga tengah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi yang diproyeksikan memiliki kapasitas jauh lebih besar dibandingkan sekolah yang dikelola pemerintah kabupaten atau kota.
Sekolah Gratis, Tetapi Tantangannya Lebih Besar
Program Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan tanpa biaya bagi peserta didik.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bebasnya biaya sekolah.
Kalimantan Tengah memiliki karakter geografis yang berbeda dengan banyak provinsi lain. Sebagian wilayah masih menghadapi keterbatasan transportasi, jarak antardesa yang jauh, serta kepadatan penduduk yang rendah.
Kondisi tersebut membuat akses menuju sekolah masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat.
Keberadaan sekolah berasrama dinilai dapat menjadi solusi. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada sistem seleksi, pengelolaan asrama, kualitas tenaga pendidik, hingga keberlanjutan pendanaan operasional.
Empat Sekolah Belum Menjangkau Seluruh Wilayah
Jika dibandingkan dengan luas wilayah Kalimantan Tengah yang terdiri atas 13 kabupaten dan satu kota, keberadaan empat Sekolah Rakyat masih berada pada tahap awal pemerataan layanan pendidikan.
Beberapa pertanyaan mulai muncul.
Apakah anak-anak dari kabupaten lain memiliki peluang yang sama untuk diterima?
Bagaimana mekanisme seleksi peserta didik?
Siapa yang menanggung biaya transportasi menuju sekolah?
Apakah kapasitas asrama mampu mengakomodasi seluruh siswa yang memenuhi syarat?
Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting yang akan menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
Gedung Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik selesai sesuai jadwal.
Namun, pengalaman berbagai program pendidikan menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur.
Keberhasilan Sekolah Rakyat juga bergantung pada beberapa faktor, antara lain:
- kualitas guru;
- kurikulum;
- pembinaan karakter;
- pelayanan kesehatan;
- keamanan peserta didik;
- serta evaluasi hasil belajar secara berkala.
Tanpa pengelolaan yang baik, pembangunan fisik berpotensi belum memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Potensi Tumpang Tindih dengan Sekolah Negeri
Program Sekolah Rakyat juga memunculkan ruang diskusi mengenai hubungan dengan sekolah negeri yang telah lebih dahulu beroperasi.
Jika fasilitas, asrama, dan pembiayaan Sekolah Rakyat lebih lengkap, pemerintah perlu memastikan tidak muncul kesenjangan baru dalam sistem pendidikan.
Penguatan Sekolah Rakyat sebaiknya berjalan beriringan dengan peningkatan mutu sekolah negeri agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar tercapai.
Pemerataan SDM Menjadi Tujuan Akhir
Dalam jangka panjang, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, memperluas akses pendidikan menengah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Tengah.
Namun, keberhasilan tersebut baru dapat diukur melalui indikator yang jelas, seperti tingkat kelulusan, keberlanjutan pendidikan ke perguruan tinggi, serta daya serap lulusan di dunia kerja.
Bagi Kalimantan Tengah, pembangunan sekolah hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara, tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi maupun letak geografis.
Fakta Singkat Sekolah Rakyat Kalimantan Tengah
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Tahap awal program | 4 Sekolah Rakyat |
| Sudah memulai MPLS | Palangka Raya dan Katingan |
| Tahap persiapan | Gunung Mas dan Kotawaringin Timur |
| Program | Pendidikan gratis |
| Rencana berikutnya | Sekolah Rakyat tingkat provinsi berkapasitas lebih besar |
| Tujuan utama | Memperluas akses pendidikan masyarakat kurang mampu |















