JAKARTA, folitimes.id – Prancis kembali membuktikan mengapa mereka tetap menjadi salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus menundukkan Maroko dengan skor 2-0 pada laga perempat final di Boston Stadium, Kamis, 9 Juli 2026 waktu setempat. Kemenangan itu mengantar Prancis melangkah ke semifinal untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Hasil pertandingan tidak hanya lahir dari kualitas individu. Prancis memperlihatkan kesabaran saat membangun serangan dan disiplin ketika kehilangan bola. Maroko sempat menahan tekanan selama satu babak, tetapi gagal mempertahankan konsistensi setelah intensitas permainan meningkat pada babak kedua.
Maroko Bertahan Disiplin, Prancis Menguasai Ritme
Maroko memilih pendekatan yang lebih hati-hati sejak peluit awal. Blok pertahanan rapat membuat ruang tembak Prancis sangat terbatas. Strategi itu sempat berjalan efektif karena Yassine Bounou mampu menggagalkan penalti Kylian Mbappe dan menjaga harapan timnya tetap hidup.
Di sisi lain, Prancis tidak mengubah pendekatan. Tim asuhan Didier Deschamps terus menguasai bola dan mengalirkan serangan melalui kombinasi lini tengah. Pola itu perlahan menguras energi pertahanan Maroko hingga mulai muncul celah di area sepertiga akhir lapangan.
Enam Menit Mengubah Jalannya Pertandingan
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-60 ketika Kylian Mbappe memecah kebuntuan. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Prancis sekaligus memaksa Maroko keluar dari pola bertahan.
Hanya enam menit berselang, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan ruang yang terbuka di belakang lini pertahanan lawan. Dua gol dalam waktu singkat mengakhiri perlawanan Maroko dan memperlihatkan efektivitas serangan Les Bleus saat menemukan momentum.
Mental Juara Menjadi Pembeda
Didier Deschamps menilai reaksi Mbappe setelah gagal mengeksekusi penalti menjadi gambaran karakter seorang pemimpin. Menurut laporan The Guardian, sang pelatih menyebut kapten timnya tetap tenang dan mampu mengangkat performa rekan-rekannya hingga akhir pertandingan.
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi juga mengakui kualitas Prancis. Meski gagal melaju ke semifinal, ia menilai para pemainnya tetap menunjukkan disiplin dan keberanian menghadapi salah satu tim terbaik dunia.
Semifinal Menjadi Ujian Berikutnya
Prancis kini menunggu pemenang laga Spanyol melawan Belgia. Tim asuhan Deschamps memiliki waktu untuk memulihkan kondisi pemain setelah beberapa nama mengalami benturan fisik pada babak perempat final.
Perhatian juga tertuju kepada kondisi Mbappe dan Manu Kone yang sempat mendapat perawatan selama pertandingan. Tim medis diperkirakan akan melakukan evaluasi sebelum sesi latihan menuju semifinal.
Kemenangan atas Maroko menunjukkan satu pola yang terus berulang sepanjang turnamen. Prancis tidak selalu mendominasi sejak menit pertama, tetapi mampu meningkatkan intensitas pada fase krusial. Kemampuan membaca ritme pertandingan itulah yang kembali membawa Les Bleus selangkah lebih dekat menuju gelar Piala Dunia 2026.















