SAMPIT, folitimes.id — Identitas mayat perempuan yang warga temukan mengapung di bawah titian Pelabuhan Kelotok Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya atau PPM Sampit mulai terungkap.
Korban bernama Siti Aisyah. Perempuan berusia sekitar 38 tahun itu disebut tinggal di kawasan Jalan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Temuan ini menyisakan pertanyaan penting. Bagaimana korban bisa berakhir di bawah titian pelabuhan yang setiap hari menjadi jalur aktivitas warga dan transportasi sungai?
Warga Temukan Korban di Bawah Titian
Warga sekitar Pelabuhan Kelotok PPM Sampit mendadak heboh pada Minggu, 28 Juni 2026 sore. Mereka melihat sesosok tubuh perempuan mengapung di Sungai Mentaya.
Jasad korban berada di bawah titian kayu kawasan dermaga. Posisi tubuh korban tengkurap di permukaan air.
Lokasi itu bukan area sepi. Masyarakat setiap hari menggunakan kawasan tersebut untuk naik turun kelotok, taksi air, dan berbagai aktivitas pelabuhan.
Karena itu, penemuan korban langsung menarik perhatian warga. Sejumlah orang berkumpul di sekitar titian untuk melihat proses evakuasi.
Jenazah Dibawa ke RSUD dr. Murjani
Relawan bersama petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dari lokasi penemuan. Mereka membawa jenazah ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk pemeriksaan lanjutan.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap. Kondisi itu membuat penyelidikan perlu berjalan cermat.
Petugas medis perlu memeriksa tubuh korban untuk mengetahui tanda-tanda yang bisa menjelaskan penyebab kematian. Pemeriksaan itu juga penting untuk menjawab apakah korban tenggelam, mengalami kecelakaan, atau menghadapi faktor lain sebelum meninggal.
Penyebab Kematian Masih Gelap
Hingga berita ini disusun, kepolisian belum menyampaikan kronologi lengkap sebelum korban ditemukan mengapung di Sungai Mentaya.
Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan kapan korban terakhir terlihat, bagaimana korban berada di kawasan pelabuhan, dan apa yang terjadi sebelum warga menemukan jasadnya.
Kondisi ini membuka ruang pertanyaan publik. Namun aparat tetap perlu menahan spekulasi dan bekerja berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan lapangan.
Polisi perlu mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri aktivitas terakhir korban, dan memeriksa area sekitar titian pelabuhan. Langkah itu penting agar penyebab kematian tidak berhenti pada dugaan awal.
Kawasan Ramai, Jawaban Harus Terang
Pelabuhan Kelotok PPM Sampit menjadi salah satu titik ramai di bantaran Sungai Mentaya. Banyak warga melintas di kawasan itu setiap hari.
Karena lokasi penemuan berada di ruang publik, aparat perlu segera membuka perkembangan resmi setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai.
Kejelasan informasi akan mencegah spekulasi liar. Keluarga korban juga membutuhkan jawaban yang terang tentang penyebab kematian Siti Aisyah.
Kasus ini tidak cukup berhenti pada identitas korban. Publik masih menunggu penjelasan utama: apa yang sebenarnya terjadi sebelum Siti Aisyah ditemukan tak bernyawa di bawah titian Pelabuhan Kelotok PPM Sampit.















