Portugal Menang Tipis, Ujian Spanyol Menanti

Portugal lolos ke babak 16 besar setelah menang 2-1 atas Kroasia. Namun, performa mereka masih menyisakan pekerjaan besar sebelum menghadapi Spanyol

Portugal melaju ke babak 16 besar setelah menang tipis 2-1 atas Kroasia. Spanyol kini menanti sebagai ujian berat berikutnya. Foto: Ilustrasi/folitimes.id
Portugal melaju ke babak 16 besar setelah menang tipis 2-1 atas Kroasia. Spanyol kini menanti sebagai ujian berat berikutnya. Foto: Ilustrasi/folitimes.id

TORONTO, folitimes.id — Portugal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor 2-1 dalam duel babak 32 besar di Stadion Toronto, Jumat, 3 Juli 2026 waktu Indonesia.

Kemenangan itu tidak datang mudah. Portugal sempat tertinggal lebih dulu setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul pada menit ke-53. Namun, Cristiano Ronaldo menjawab lewat penalti pada menit ke-68, sebelum Gonçalo Ramos memastikan kemenangan Portugal pada masa injury time.

Hasil ini mengantar Portugal ke babak 16 besar. Mereka sudah ditunggu Spanyol, yang sebelumnya tampil meyakinkan saat mengalahkan Austria 3-0.

Kroasia Pukul Lebih Dulu

Portugal memulai laga dengan ambisi menguasai tempo. Mereka mencoba membangun serangan dari lini tengah dan menekan pertahanan Kroasia lewat pergerakan sayap.

Namun, Kroasia tidak memberi ruang mudah. Luka Modric dan kolega memperlambat ritme permainan, menutup jalur umpan, dan memaksa Portugal bermain melebar.

Babak pertama berjalan alot. Portugal memang lebih banyak memegang bola, tetapi mereka tidak cukup tajam saat masuk area berbahaya. Kroasia membaca pola serangan itu dengan disiplin.

Setelah turun minum, Kroasia justru memukul lebih dulu. Ivan Perisic mencetak gol pada menit ke-53 dan mengubah arah pertandingan. Gol itu membuat Portugal harus keluar dari zona nyaman.

Ronaldo Hidupkan Portugal

Tertinggal satu gol membuat Portugal menaikkan tekanan. Mereka mulai bermain lebih agresif dan mencari celah dari sisi sayap.

Momen penting datang pada menit ke-68. Portugal mendapat penalti setelah wasit meninjau insiden melalui VAR. Cristiano Ronaldo maju sebagai eksekutor dan menyamakan kedudukan.

Gol itu mengubah psikologi pertandingan. Portugal kembali percaya diri, sementara Kroasia mulai kehilangan kontrol. Tekanan Portugal meningkat setelah skor menjadi imbang.

Ronaldo kembali menunjukkan perannya dalam laga besar. Ia mungkin tidak lagi selalu mendominasi permainan selama 90 menit, tetapi pengaruhnya masih terasa ketika Portugal membutuhkan ketenangan di momen krusial.

Ramos Jadi Pembeda di Akhir Laga

Pelatih Portugal kemudian mencari energi baru dari bangku cadangan. Masuknya Gonçalo Ramos memberi variasi di lini depan.

Portugal tidak lagi hanya bergantung pada Ronaldo sebagai titik serangan. Ramos bergerak lebih liar di kotak penalti dan memaksa bek Kroasia bekerja lebih keras.

Drama datang pada masa injury time. Ramos mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+4 dan membuat Portugal berbalik unggul 2-1.

Gol itu menjadi pembeda besar. Portugal tidak menang dengan dominasi penuh, tetapi mereka menunjukkan mental bertahan hidup. Kroasia sempat mencoba menekan pada detik akhir, namun Portugal menjaga keunggulan sampai laga selesai.

Portugal Belum Sempurna

Kemenangan ini membuka jalan Portugal ke babak selanjutnya. Namun, hasil tersebut juga meninggalkan sejumlah catatan.

Portugal masih terlihat sulit membongkar blok pertahanan rapat. Mereka menguasai bola, tetapi aliran serangan sering berhenti saat masuk sepertiga akhir.

Serangan Portugal juga terlalu bergantung pada momen individu. Ronaldo, Rafael Leão, dan Ramos memberi solusi, tetapi pola kolektif Portugal belum sepenuhnya stabil.

Masalah lain muncul pada transisi bertahan. Saat Kroasia merebut bola dan menyerang cepat, Portugal beberapa kali terlambat menutup ruang.

Catatan ini harus segera mereka perbaiki. Lawan berikutnya jauh lebih berat.

Spanyol Jadi Ujian Berat

Portugal akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar. Duel ini bisa menjadi salah satu laga paling panas pada fase gugur.

Spanyol datang dengan modal besar setelah menang 3-0 atas Austria. Mereka punya gaya bermain yang rapi, cepat, dan kuat dalam penguasaan bola.

Portugal tidak boleh memulai laga dengan tempo lambat seperti saat menghadapi Kroasia. Jika memberi Spanyol ruang mengatur permainan sejak awal, Portugal bisa terseret dalam tekanan panjang.

Kunci Portugal ada pada keberanian menekan sejak menit awal. Mereka harus memutus aliran bola Spanyol di lini tengah dan menyerang ruang di belakang bek sayap.

Rafael Leão bisa menjadi senjata penting. Kecepatannya dapat merusak struktur bertahan Spanyol. Ramos juga layak mendapat menit lebih banyak karena ia memberi ancaman langsung di kotak penalti.

Peluang Portugal Masih Terbuka

Portugal punya materi pemain untuk melaju lebih jauh. Mereka memiliki kombinasi pengalaman, kecepatan, dan kedalaman skuad.

Namun, kemenangan atas Kroasia belum cukup untuk menyebut Portugal sebagai kandidat kuat juara. Mereka lolos dengan karakter besar, bukan dengan performa dominan.

Jika ingin menyingkirkan Spanyol, Portugal harus bermain lebih efisien. Mereka perlu mempercepat sirkulasi bola, menjaga konsentrasi saat transisi, dan tidak menunggu drama akhir laga.

Portugal kini masuk fase yang lebih kejam. Satu kesalahan bisa mengakhiri perjalanan mereka. Kemenangan atas Kroasia memberi napas, tetapi duel melawan Spanyol akan menguji kualitas Portugal yang sebenarnya.

Exit mobile version