Palangka Raya, Folitimes.id — Deretan kios tertutup, lorong pasar yang lengang, serta fasilitas yang mulai rusak menjadi pemandangan yang kini terlihat di kawasan Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya. Padahal, pasar ini dulunya dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di ibu kota Kalimantan Tengah.
Pantauan di lokasi menunjukkan banyak pintu toko tertutup rapat, bahkan di bagian dalam pasar hampir tidak ada aktivitas jual beli. Beberapa bagian bangunan tampak tidak terawat, dengan lantai rusak dan area yang mulai ditumbuhi tanaman liar, menandakan minimnya aktivitas dalam jangka waktu lama.
Pasar Kahayan merupakan pasar tradisional yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Palangka Raya. Selain sebagai tempat transaksi jual beli, pasar ini juga berfungsi sebagai ruang publik tempat interaksi sosial warga.
Dalam perkembangannya, pasar ini sempat menjadi kebanggaan daerah dan bahkan mendapatkan perhatian nasional. Pada tahun 2019, Pasar Kahayan berhasil meraih predikat Pasar Aman dari BPOM, yang menunjukkan kualitas pengelolaan pangan yang baik di tingkat tradisional.
Selain itu, pasar ini juga pernah menjadi lokasi kunjungan pejabat negara, menandakan pentingnya posisi pasar dalam sistem distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas di Pasar Kahayan mulai mengalami penurunan. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kondisi pasar sering kali sepi pembeli, bahkan sejak sebelum momentum besar seperti Lebaran.
Faktor utama penyebabnya diduga karena:
Minimnya pengunjung di area dalam pasar, Perpindahan pedagang ke lokasi yang lebih strategis , Perubahan pola belanja masyarakat ke pasar modern atau toko lain, Kurangnya perawatan fasilitas bangunan.
Sejak awal pengoperasian beberapa bagian pertokoan, banyak kios yang tidak terisi penuh karena sepinya transaksi, terutama di bagian dalam pasar.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga pada kehidupan pedagang. Penurunan jumlah pembeli menyebabkan pendapatan menurun dan memaksa sebagian pedagang menutup usaha atau pindah lokasi.
Padahal secara konsep, pasar tradisional seperti Kahayan memiliki fungsi penting sebagai:
pusat ekonomi rakyat, ruang interaksi sosial, penopang UMKM lokal
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya berencana melakukan pengembangan Pasar Kahayan menjadi pasar modern. Konsep ini mencakup pembagian zona pasar basah dan kering untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik pengunjung.
Revitalisasi ini diharapkan mampu:
menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, menarik pedagang dan pembeli, meningkatkan kebersihan dan tata kelola pasar.
Pasar Kahayan adalah contoh nyata bagaimana sebuah pusat ekonomi rakyat dapat mengalami penurunan fungsi jika tidak diimbangi dengan pengelolaan dan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Dari pasar yang dulu ramai dan berprestasi, kini sebagian ruangnya berubah menjadi kosong dan terbengkalai. Namun, dengan rencana revitalisasi yang tepat, pasar ini masih memiliki peluang untuk kembali menjadi jantung ekonomi masyarakat Palangka Raya. Adm












