Folitimes.id, Sampit – Maraknya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur menyebabkan kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kota Sampit. Pada Kamis, 19 September pagi, kabut asap terasa cukup pekat, mengakibatkan jarak pandang menurun.
Fenomena kabut asap ini telah dirasakan sejak dua hari terakhir. Aroma sisa kebakaran lahan yang menyengat cenderung lebih tebal di pagi hari. Namun, kabut asap tersebut tidak berlangsung lama; seiring terik sinar matahari dan tiupan angin yang kuat, kabut asap berangsur menipis dan akhirnya hilang.
Warga yang beraktivitas di luar rumah terlihat banyak menggunakan masker untuk mencegah dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan, terutama terkait penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Salah seorang warga, Ida, berharap agar pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan upaya lebih maksimal dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, sehingga kabut asap tidak semakin parah. Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan untuk keperluan apapun demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Adm











