IHSG Sesi Kedua Anjlok 2,59 Persen, Saham BREN dan CUAN Rontok Tajam

Investor Asing Ramai Lepas Saham Transaksi Tembus Triliunan Rupiah

Perdagangan sesi II Senin (18/5/2026) ditutup tragis. IHSG anjlok 2,59% ke level 6.600-an akibat sentimen global dan kaburnya dana asing. Nilai transaksi meroket hingga Rp2,27 triliun.

JAKARTA – folitimes.id- Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi kedua, Senin (18/5/2026), berakhir di zona merah setelah tekanan jual besar-besaran menghantam mayoritas saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG sempat jatuh hingga 2,59 persen sebelum ditutup melemah di kisaran level 6.600-an.

Tekanan pasar dipicu aksi jual investor asing, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran pasar global terhadap arah suku bunga Amerika Serikat dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi pasar pada sesi kedua mencapai sekitar Rp2,27 triliun dengan volume perdagangan sekitar 3,62 miliar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 302 ribu kali.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penyebab utama pelemahan IHSG. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi salah satu yang paling bergejolak setelah anjlok lebih dari 24 persen. Saham ini sebelumnya berada di kisaran Rp13.800 per saham dan turun ke area Rp10.400.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun hampir 22 persen. Saham BREN sebelumnya diperdagangkan di kisaran Rp7.250 sebelum melemah ke area Rp5.650 per saham.

Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut tertekan lebih dari 21 persen. Harga saham TPIA sebelumnya berada di sekitar Rp9.200 dan turun ke kisaran Rp7.200.

Di sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ikut menjadi pemberat IHSG. Saham bank pelat merah tersebut turun dari kisaran Rp5.450 menjadi sekitar Rp5.100 per saham akibat aksi ambil untung investor.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mengalami penurunan signifikan sepanjang sesi perdagangan.

Meski mayoritas saham melemah, beberapa saham justru mencatat kenaikan tajam. Saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melonjak lebih dari 38 persen dari kisaran Rp188 menjadi sekitar Rp260 per saham.

Kemudian saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) naik sekitar 28 persen dari level Rp120 menjadi Rp154 per saham.

Saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) juga menguat lebih dari 24 persen setelah naik dari kisaran Rp165 menjadi sekitar Rp205 per saham.

Analis menilai kondisi pasar saat ini masih dibayangi sentimen negatif global dan aksi keluar dana asing. Investor disebut mulai berhati-hati dan cenderung menunggu stabilitas pasar sebelum kembali melakukan akumulasi saham dalam jumlah besar.

Secara teknikal, IHSG kini berada di area rawan koreksi lanjutan dengan support terdekat di kisaran 6.550 hingga 6.500. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Adm

Exit mobile version