IHSG menutup sesi kedua di posisi 6.037,84. Indeks menguat 113,48 poin atau 1,92 persen dari penutupan Jumat, 10 Juli 2026, yang berada di level 5.924,36.
Reli tersebut tidak bergerak merata. Saham perbankan besar, energi, pertambangan, dan industri menjadi mesin utama penguatan. Sementara itu, sektor kesehatan dan barang konsumen primer masih menghadapi tekanan.
IHSG Berbalik Tajam Setelah Tekanan Pagi
IHSG membuka perdagangan pada posisi 5.934,72. Indeks sempat turun hingga 5.898,15 ketika tekanan bursa kawasan mendorong investor melepas saham pada awal sesi.
Situasi berubah menjelang sesi kedua. Investor kembali memburu saham berkapitalisasi besar setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.
Sentimen tersebut memperkuat persepsi bahwa risiko investasi Indonesia masih terkendali. Aksi beli kemudian mengalir ke perbankan, pertambangan, energi, dan industri.
| Indikator | Posisi | Pembacaan Pasar |
|---|---|---|
| Penutupan sebelumnya | 5.924,36 | Acuan perdagangan Jumat |
| Pembukaan | 5.934,72 | Dibuka sedikit menguat |
| Terendah harian | 5.898,15 | Tekanan jual |
| Penutupan dan tertinggi | 6.037,84 | Reli sesi II |
| Perubahan harian | +1,92% | Menguat 113,48 poin |
Barang Baku dan Energi Memimpin Reli
Sembilan dari sebelas indeks sektoral bergerak menguat. Barang baku mencatat kenaikan terbesar sebesar 2,96 persen.
Sektor energi menyusul dengan penguatan 2,66 persen. Perindustrian naik 2,44 persen dan ikut memperkuat reli IHSG.
Namun, dua sektor gagal mengikuti arus penguatan. Sektor kesehatan turun 0,26 persen, sedangkan barang konsumen non-siklikal melemah tipis 0,05 persen.
| Sektor | Perubahan | Status | Analisis |
|---|---|---|---|
| Barang Baku | ▲ 2,96% | Terkuat | Didorong saham tambang dan komoditas |
| Energi | ▲ 2,66% | Menguat | Permintaan mengalir ke saham energi besar |
| Perindustrian | ▲ 2,44% | Menguat | UNTR menjadi salah satu penopang LQ45 |
| Kesehatan | ▼ 0,26% | Melemah | Tertinggal dari reli indeks utama |
| Konsumen Non-Siklikal | ▼ 0,05% | Turun tipis | UNVR ikut memberi tekanan |
Bank Besar Mengangkat IHSG
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menjadi penggerak terbesar. BMRI menyumbang sekitar 13,96 poin terhadap kenaikan IHSG.
BMRI naik dari acuan penutupan sebelumnya sekitar Rp4.080 menjadi Rp4.250. Saham tersebut bertambah Rp170 atau menguat 4,16 persen.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI juga bergerak agresif. BBRI naik Rp80 dari sekitar Rp2.790 menjadi Rp2.870 atau menguat 2,86 persen.
Kenaikan dua bank besar tersebut memperlihatkan bahwa reli tidak hanya bergantung pada saham lapis kedua. Dana investor juga masuk ke saham yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
| Kode | Emiten | Harga Awal | Penutupan | Perubahan | Kontribusi IHSG |
|---|---|---|---|---|---|
| BMRI | Bank Mandiri | Rp4.080 | Rp4.250 | ▲ 4,16% | 13,96 poin |
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia | Rp2.790 | Rp2.870 | ▲ 2,86% | 11,74 poin |
| AMMN | Amman Mineral Internasional | — | — | ▲ 7,69% | 11,43 poin |
| BRPT | Barito Pacific | — | — | ▲ 8,02% | 7,58 poin |
| UNTR | United Tractors | — | — | ▲ 5,71% | 4,17 poin |
UNVR Memimpin Tekanan pada LQ45
Tidak semua saham menikmati reli. PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR menjadi saham dengan penurunan terdalam dalam kelompok LQ45.
UNVR melemah 2,89 persen. PT Surya Citra Media Tbk atau SCMA menyusul dengan koreksi 1,92 persen.
PT Hartadinata Abadi Tbk atau HRTA turun 0,84 persen. Koreksi tersebut menunjukkan investor masih melakukan rotasi dari saham defensif menuju saham komoditas, industri, dan perbankan.
▲ 8,02%
▲ 7,69%
▲ 5,71%
▼ 2,89%
▼ 1,92%
▼ 0,84%
Transaksi Meningkat, tetapi Risiko Belum Hilang
Total volume perdagangan mencapai sekitar 25,44 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp11,50 triliun.
Sebanyak 377 saham menguat. Sebanyak 250 saham melemah dan 167 saham tidak berubah.
Komposisi tersebut menunjukkan penguatan pasar cukup luas. Namun, investor tetap perlu mencermati tekanan terhadap rupiah, harga energi, dan volatilitas bursa Asia.
Prospek IHSG pada Selasa 14 Juli 2026
Penutupan pada level tertinggi harian memberi sinyal kuat untuk perdagangan berikutnya. Momentum beli masih dapat membawa IHSG menguji area 6.080 hingga 6.120.
Namun, kenaikan 1,92 persen dalam satu hari juga membuka ruang aksi ambil untung. Investor yang membeli pada harga rendah berpotensi mengamankan keuntungan sejak awal perdagangan Selasa.
Area 6.000 menjadi batas psikologis penting. IHSG perlu bertahan di atas level tersebut agar tren pemulihan tetap terjaga.
Apabila tekanan jual kembali muncul, area 5.980 hingga 6.000 dapat berfungsi sebagai zona konsolidasi. Pergerakan BMRI, BBRI, AMMN, BRPT, dan UNTR akan kembali menentukan arah indeks.
| Skenario | Area IHSG | Pemicu |
|---|---|---|
| Bullish | 6.080–6.120 | Dana kembali masuk ke bank dan komoditas |
| Konsolidasi | 5.980–6.040 | Investor menunggu arah pasar global |
| Koreksi | Di bawah 5.980 | Profit taking dan tekanan bursa kawasan |
Catatan: Analisis proyeksi tidak menjamin arah harga. Investor perlu memeriksa kondisi keuangan emiten, profil risiko, dan perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.












