PALANGKA RAYA, folitimes.id — Lady Fire Barisan Pemadam Kebakaran atau BPK Seth Adji menandai usia satu tahun dengan pesan yang lebih besar dari sekadar perayaan. Tim relawan pemadam kebakaran perempuan itu menegaskan peran mereka dalam kerja kemanusiaan di Palangka Raya.
Tim yang bermarkas di Posko Jalan Seth Adji tersebut merayakan hari jadi pada 25 Juni 2026. Momentum itu menjadi penanda perjalanan kelompok perempuan yang memilih turun langsung dalam kerja sosial, terutama saat warga menghadapi kebakaran dan bencana.
Di bawah komando Putri Oktaviani, Lady Fire BPK Seth Adji terus memperluas peran. Mereka tidak hanya hadir dalam kegiatan pemadaman, tetapi juga membantu kebutuhan lapangan saat bencana terjadi.
Relawan Perempuan di Tengah Risiko Kebencanaan
Keberadaan Lady Fire BPK Seth Adji menunjukkan bahwa kerja relawan kebencanaan tidak hanya menjadi ruang laki-laki. Tim ini masuk dalam ekosistem pemadam kebakaran swakarsa yang selama ini banyak menopang respons cepat di lingkungan masyarakat.
Putri Oktaviani menyebut usia satu tahun menjadi momentum bagi timnya untuk memperkuat kekompakan. Ia menilai solidaritas internal menjadi modal utama bagi relawan perempuan agar tetap bertahan dalam tugas sosial.
“Alhamdulillah genap satu tahun tim Lady Fire relawan pemadam kebakaran Seth Adji. Ke depannya semoga makin solid dan terus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Putri Oktaviani.
Pernyataan itu memperlihatkan arah kerja tim. Lady Fire BPK Seth Adji tidak ingin berhenti sebagai simbol. Mereka ingin membuktikan kontribusi melalui kerja nyata di lapangan.
Dapur Umum hingga Pemadaman Api
Dalam perjalanan satu tahun, Lady Fire BPK Seth Adji terlibat dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan. Tim ini membantu pemadaman api dan mendukung dapur umum ketika bencana membutuhkan penanganan cepat.
Peran dapur umum kerap luput dari sorotan. Padahal, posko kebencanaan membutuhkan dukungan logistik agar petugas dan warga terdampak tetap mendapat bantuan dasar.
Kehadiran relawan perempuan di ruang itu memberi warna baru. Mereka ikut mengisi titik-titik kerja yang menentukan daya tahan operasi kemanusiaan.
Namun, tugas relawan tetap menyimpan tantangan. Pemadaman kebakaran membutuhkan kesiapan fisik, disiplin, koordinasi, dan keberanian. Karena itu, keberadaan Lady Fire BPK Seth Adji memperlihatkan kapasitas perempuan dalam kerja lapangan yang penuh risiko.
Prestasi Ketangkasan Jadi Catatan Penting
Selain aktif dalam kegiatan sosial, Lady Fire BPK Seth Adji juga mencatat prestasi. Putri menyebut timnya pernah meraih juara pertama dalam lomba ketangkasan Isen Mulang.
Capaian itu menjadi sejarah bagi tim. Sebab, perlombaan tersebut berlangsung antarprovinsi di Kalimantan. Prestasi itu memberi sinyal bahwa relawan perempuan tidak hanya tampil dalam kegiatan pendukung, tetapi juga mampu bersaing dalam keterampilan teknis.
“Dengan hal ini, saya selaku ketua berharap tim semakin kompak, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Putri.
Prestasi tersebut memperkuat posisi Lady Fire BPK Seth Adji di tengah komunitas relawan kebakaran. Mereka tidak hanya membawa identitas perempuan, tetapi juga membawa bukti kemampuan.
Mengawal Pengabdian, Menjawab Keraguan
Setahun perjalanan Lady Fire BPK Seth Adji memberi ruang refleksi bagi publik. Selama ini, kerja relawan pemadam sering muncul saat api berkobar, tetapi perhatian terhadap proses pembinaan dan kesiapan tim masih minim.
Lady Fire BPK Seth Adji hadir dalam ruang itu. Mereka membangun citra relawan perempuan yang tidak hanya hadir saat seremoni, tetapi juga ikut dalam tugas sosial saat masyarakat membutuhkan bantuan.
Ke depan, tantangan tim ini tidak ringan. Mereka perlu menjaga kekompakan, memperkuat kemampuan teknis, dan memperluas dukungan masyarakat. Tanpa konsistensi, semangat relawan mudah meredup.
Namun, satu tahun pertama memberi modal penting. Lady Fire BPK Seth Adji telah menunjukkan bahwa pengabdian bisa tumbuh dari posko kecil, dari solidaritas warga, dan dari keberanian perempuan yang memilih berada di garis depan kemanusiaan.












