Karhutla Kembali Melanda Palangka Raya

Helikopter BNPB bantu pemadaman sementara bara gambut masih memunculkan asap hingga malam ini terus

Petugas BPBD bersama tim gabungan berjibaku memadamkan karhutla di Bukit Tunggal, Palangka Raya
Petugas BPBD bersama tim gabungan berjibaku memadamkan karhutla di Bukit Tunggal, Palangka Raya, Minggu (12/7/2026). Foto BPBD Palangka Raya

PALANGKA RAYA, folitimes.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tim gabungan kembali melanjutkan operasi pemadaman di kawasan Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Minggu, 12 Juli 2026, setelah api membakar sekitar 0,5 hektare lahan gambut.

Meski kobaran api di permukaan berhasil dikendalikan, operasi belum dihentikan. Asap masih muncul dari bawah permukaan tanah gambut sehingga petugas terus melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Operasi Pemadaman Berlangsung Lima Jam

Operasi pemadaman lanjutan dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga 17.00 WIB. Selama lima jam, tim gabungan memusatkan upaya pada pendinginan titik api yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menjelaskan operasi difokuskan agar api tidak berkembang ke kawasan lain yang memiliki vegetasi kering.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) BPBD Kota Palangka Raya, petugas memanfaatkan air parit sebagai sumber pemadaman dengan jarak sekitar 500 meter dari titik api. Kondisi tersebut mengharuskan personel membentangkan jaringan selang cukup panjang agar suplai air tetap mengalir ke lokasi kebakaran.

Tanah Gambut Menjadi Tantangan Utama

Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, ilalang, pakis-pakisan, serasah, dan batang pohon di atas tanah gambut.

Karakteristik gambut membuat api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan bawah tanah. Bara yang tertinggal berpotensi kembali memicu kebakaran meski kobaran api sudah tidak terlihat.

Laporan lapangan mencatat kebakaran terjadi pada permukaan atas dan bawah tanah, sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.

Helikopter BNPB dan Tim Gabungan Diterjunkan

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, TRC BPBD Kota Palangka Raya Regu 1 dan Regu 2, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, TSAK Bukit Tunggal, Masyarakat Peduli Api (MPA) Petuk Ketimpun, hingga dukungan satu unit Helikopter Copter WB BNPB.

Tim lapangan juga mengoperasikan satu unit mobil pikap, dua unit mobil Hilux, dua mesin pompa, dua nozel, dan 16 gulung selang untuk menunjang proses pemadaman.

Asap Masih Muncul, Status Kebakaran Belum Berakhir

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa hingga Minggu sore api di permukaan telah berhasil dikendalikan. Namun, asap masih keluar dari bawah permukaan lahan sehingga operasi belum dapat dihentikan.

“Asap masih ada, sedangkan api di permukaan sudah berhasil dipadamkan agar tidak meluas,” demikian keterangan Hendrikus Satria Budi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, berdasarkan laporan resmi PUSDALOPS BPBD Kota Palangka Raya.

Menurut Hendrikus, kondisi tersebut menjadi alasan tim tetap melakukan pendinginan dan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Karhutla

Peristiwa di Bukit Tunggal kembali menunjukkan tingginya kerawanan kebakaran lahan gambut saat musim kemarau. Vegetasi yang mengering mempercepat penyebaran api, sementara bara di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibanding kebakaran pada tanah mineral.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab munculnya kebakaran belum dijelaskan dalam laporan resmi BPBD. Tim gabungan masih memprioritaskan pengendalian dan pendinginan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan sekitar.

Exit mobile version