Tim SAR Sisir Sungai Kapuas Cari Bocah 11 Tahun

Air Keruh dan Arus Deras Hambat Pencarian Anak di Sungai Kapuas

Tim SAR Gabungan menyisir Sungai Kapuas mencari anak 11 tahun yang hilang di Desa Sei Hanyu, Kabupaten Kapuas
Tim SAR Gabungan melakukan briefing dan penyisiran di aliran Sungai Kapuas, dalam operasi pencarian anak 11 tahun yang dilaporkan hilang Foto Basarnas Palangka Raya

KAPUAS, folitimes.id — Operasi pencarian terhadap Jio Norahito, anak laki-laki berusia 11 tahun yang dilaporkan hilang di Sungai Kapuas, RT 05 Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memasuki hari ketiga pada Selasa, 9 Juni 2026.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 08.30 WIB, setelah berenang bersama teman-temannya di area sungai. Hingga operasi hari ketiga dilakukan, korban belum ditemukan.

Kasus ini menjadi perhatian karena korban terakhir kali disebut terlihat berada di tepi sungai. Namun, tidak lama kemudian, saat teman-temannya kembali memperhatikan lokasi tersebut, korban sudah tidak terlihat.

Warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri sejak hari pertama. Namun, hingga malam hari, korban belum ditemukan. Kondisi itu membuat pihak terkait kemudian menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palangka Raya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengatakan tim rescue telah diberangkatkan menuju lokasi untuk memperkuat operasi pencarian.

“Pagi ini, Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.30 WIB, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing kesiapan personel dan peralatan. Pukul 07.00 WIB, tim bergerak melakukan penyisiran di area pencarian yang telah ditentukan,” kata Alit.

Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan masih memfokuskan pencarian pada penyisiran aliran Sungai Kapuas dan area sekitar titik korban dilaporkan hilang. Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah.

Tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi air sungai yang keruh membuat visibilitas terbatas, sehingga penyisiran di permukaan maupun pemantauan titik-titik tertentu menjadi lebih sulit. Selain itu, arus sungai yang deras juga menjadi tantangan bagi petugas dalam menentukan pola pencarian dan memperkirakan kemungkinan pergerakan korban.

Koordinator Lapangan Basarnas, Malik, mengatakan operasi pencarian diarahkan pada penyisiran air dan area sekitar sungai. Jika korban ditemukan, tim akan langsung melakukan evakuasi.

“Rencana operasi hari ini fokus pada penyisiran air. Jika korban berhasil ditemukan, tim akan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Malik.

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Polsek Kapuas Hulu, relawan Balakar 545 Kapuas, pihak keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Hingga berita ini disusun, pencarian masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi yang menyebut korban telah ditemukan.

Peristiwa ini kembali membuka perhatian terhadap keselamatan anak-anak di kawasan sungai. Aktivitas berenang di aliran sungai berisiko tinggi, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan orang dewasa, mengingat kondisi arus, kedalaman, debit air, dan visibilitas sungai dapat berubah sewaktu-waktu.

Exit mobile version